Arab Saudi pangkas ekspor, harga minyak dunia rebound
Harga minyak dunia berbalik naik atau rebound pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Penyebabnya, Arab Saudi mempertimbangkan upaya lebih lanjut untuk membatasi ekspor minyak mentah.
Harga minyak dunia berbalik naik atau rebound pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Penyebabnya, Arab Saudi mempertimbangkan upaya lebih lanjut untuk membatasi ekspor minyak mentah.
Dikutip Antara, Rabu (19/7), Arab Saudi kemungkinan akan memangkas ekspor minyak mentah hingga satu juta barel per hari. Sementara itu, Dolar AS melemah membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,55 persen menjadi 94,608 pada perdagangan akhir.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus meningkat USD 0,38 menjadi menetap di USD 46,40 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sedangkan patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September, naik USD 0,42 menjadi ditutup pada USD 48,84 per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak telah meningkat selama lima hari berturut-turut pada pekan lalu, didukung oleh meningkatnya permintaan minyak global.
Badan Energi Internasional (IEA) mengeluarkan prospek kuat untuk permintaan minyak global, bahwa konsumsi di Tiongkok, Jerman dan Amerika Serikat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga:
Harga minyak dunia anjlok usai sepekan naik berturut-turut
Harga minyak dunia naik didorong meningkatnya pasokan AS
Harga minyak dunia naik dua hari berturut-turut
Produksi minyak AS meningkat buat harga minyak dunia naik
Bos BI waspadai anjloknya harga minyak dunia tahun ini
Harga minyak dunia merosot imbas penguatan nilai tukar USD