LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

APP masuk 17 perusahaan dunia penuhi kriteria pembangunan PBB

APP menjadi satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang dinilai bisa menjalankan bisnisnya dengan memperhitungkan aspek pelestarian lingkungan yang menjadi fokus utama PBB saat ini. Perusahaan swasta di seluruh dunia perlu membantu pemerintah negaranya masing-masing untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan.

2016-09-21 19:30:00
sinarmas
Advertisement

Anak usaha Sinarmas, Asia Pulp and Paper (APP) dinilai menjadi salah satu dari 17 perusahaan di dunia yang mampu memenuhi target pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penilaian ini dilakukan lembaga survei DNV GL.

APP menjadi satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang dinilai bisa menjalankan bisnisnya dengan memperhitungkan aspek pelestarian lingkungan yang menjadi fokus utama PBB saat ini. Selain APP, perusahaan-perusahaan lain yang dinilai berhasil memenuhi ekspektasi tersebut adalah Tata, Danone, HiTechnologies, ARM, Symantec, Grundfos, SolarWorld, NYK, Hydro, Safaricom, Siemens, Marks & Spencer, Iberdrola, Cermaq, Calvert Investments dan Unilever.

Direktur Pelaksana Program Keberlanjutan APP Aida Greenbury menyatakan perusahaan swasta di seluruh dunia perlu membantu pemerintah negaranya masing-masing untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan sesuai instruksi PBB.

Advertisement

"Dengan kontribusi swasta, target tersebut bukan lagi bisa dicapai tetapi bisa lebih cepat dicapai demi kelangsungan hidup lingkungan di sekitar perusahaan itu beroperasi," ujar Greenbury dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/9).

Aida menuturkan, target pembangunan berkelanjutan yang diimpikan PBB tak bisa dijalankan oleh pemerintah tanpa dukungan swasta. APP pun juga mendukung pemerintah Indonesia dalam mengakhiri deforestasi dan konservasi di kawasan hutan.

"APP akan terus melakukan berbagai cara untuk melaksanakan instruksi Presiden Joko Widodo agar tidak ada lagi pembangunan di atas lahan gambut yang merugikan lingkungan," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Bos Kadin: Dampak paket kebijakan Jokowi belum dirasakan seutuhnya
Bos Pertamina masih kaji besaran harga gas yang bisa diturunkan
5 Industri Indonesia punya potensi masuk daftar terbesar dunia
Pengusaha keluhkan harga gas RI lebih mahal dibanding Singapura
Pemerintah harapkan multiplier effect dari kemajuan industri farmasi
Pengembangan industri farmasi nasional terganjal pendanaan
Pengusaha: Banyak pemalakan liar, orang cari kerja diminta Rp 3 juta

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.