Antusiasme Tinggi, Tiket Lebaran 2026 Daop Bandung Terjual 67,6 Persen
Hingga 12 Maret 2026, PT KAI Daop 2 Bandung mencatat 233.872 tiket Lebaran 2026 telah terjual, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mudik menggunakan kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengumumkan bahwa sebanyak 233.872 tiket untuk masa angkutan Lebaran 2026 telah berhasil terjual hingga 12 Maret 2026. Angka ini mencakup 67,6 persen dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan oleh Daop 2 Bandung. Penjualan tiket ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini menggunakan moda transportasi kereta api.
Masa angkutan Lebaran 2026 sendiri akan berlangsung selama 22 hari, dimulai dari tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026. Direktur Operasi KAI, Awan Hermawan Purwadinata, menyatakan tingginya minat pemudik terlihat jelas dari lonjakan pemesanan tiket. Hal ini juga didukung oleh program promo diskon 30 persen yang dihadirkan KAI, menarik minat banyak calon penumpang.
Program promo tersebut berhasil menarik perhatian publik, dengan 54.462 tiket promo habis dipesan oleh pelanggan. KAI Daop 2 Bandung memastikan kesiapan penuh untuk melayani para pelanggan yang akan merayakan Lebaran Idul Fitri 2026 bersama keluarga. Komitmen pelayanan terbaik diusung demi perjalanan yang selamat, nyaman, dan tepat waktu.
Tingginya Antusiasme Pemudik dan Penjualan Tiket Lebaran 2026
Antusiasme masyarakat untuk mudik Lebaran 2026 menggunakan kereta api sangat tinggi, terlihat dari data penjualan tiket yang mencapai 233.872 kursi atau 67,6 persen dari total kapasitas. Promo diskon 30 persen yang ditawarkan KAI juga menjadi daya tarik signifikan, dengan 54.462 tiket promo ludes terjual. Ini menegaskan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama bagi banyak pemudik.
Beberapa rute kereta api mencatat tingkat penjualan tertinggi dan menjadi incaran utama pemudik pada Lebaran 2026 ini. Rute-rute favorit tersebut meliputi KA Kahuripan, KA Tambahan Kiaracondong-Surabaya Gubeng, KA Cikuray, KA Kutojaya Selatan, KA Malabar, serta KA Harina. Tingginya angka penjualan pada rute-rute ini membuktikan popularitas kereta api sebagai moda transportasi primadona untuk perjalanan jarak jauh.
Direktur Operasi KAI, Awan Hermawan Purwadinata, menjelaskan bahwa KAI Daop 2 Bandung rata-rata menyediakan 15.720 tempat duduk per hari. Kapasitas ini tersebar selama 22 hari masa angkutan Lebaran. Ketersediaan kursi yang masif ini berupaya mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat selama periode mudik.
Kesiapan Operasional KAI Daop 2 Bandung untuk Angkutan Lebaran
Untuk menghadapi pergerakan penumpang yang masif selama masa angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung memastikan keandalan sarana dan pelayanan. Sebanyak 54 stasiun di wilayah Daop 2 telah dipersiapkan secara optimal. Kesiapan ini ditandai dengan digelarnya apel gelar pasukan di Stasiun Bandung pada Jumat lalu, menegaskan komitmen KAI dalam melayani pemudik.
KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan 28 perjalanan kereta api per hari untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Jumlah ini terdiri dari 24 KA reguler dan empat KA tambahan. Empat KA tambahan tersebut meliputi dua rangkaian KA Lodaya Tambahan, KA Tambahan Kiaracondong-Surabaya Gubeng, dan KA Kutojaya Selatan Tambahan, yang semuanya dirancang untuk menambah kapasitas angkut.
Awan Hermawan Purwadinata menegaskan, melalui Posko Angkutan Lebaran 2026, KAI menyatakan kesiapan penuh untuk melayani para pelanggan. Seluruh insan KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan dapat berlangsung dengan selamat, nyaman, dan tepat waktu. "Lebaran Nyaman Bersama" menjadi tema yang diusung untuk memastikan pengalaman mudik yang menyenangkan bagi semua.
Inovasi dan Fasilitas untuk Kenyamanan Penumpang Tiket Lebaran
Dalam upaya mempermudah pelanggan di tengah padatnya arus penumpang, KAI Daop 2 Bandung menyiagakan layanan pembatalan tiket. Layanan ini tersedia di lima stasiun, memberikan fleksibilitas bagi penumpang yang mungkin perlu mengubah rencana perjalanan mereka. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi potensi antrean dan mempermudah proses administrasi.
Selain itu, fasilitas face recognition di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong terus dioptimalkan. Teknologi ini bertujuan untuk memangkas waktu antrean saat proses boarding pelanggan. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses masuk ke peron kereta menjadi lebih cepat dan efisien, meningkatkan kenyamanan penumpang secara keseluruhan.
Penyediaan fasilitas dan layanan inovatif ini merupakan bagian dari komitmen KAI Daop 2 Bandung untuk memberikan pengalaman mudik terbaik. Fokus pada kecepatan, efisiensi, dan kenyamanan menjadi prioritas utama. Hal ini juga mendukung upaya KAI untuk mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi primadona selama periode Lebaran.
Sumber: AntaraNews