LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Anak usaha LEN ekspor sistem persinyalan kereta ke Bangladesh

Produk yang dikirim berupa peralatan interlocking yang akan di pasang di empat stasiun, yakni Stasiun Jamtoil, Stasiun Chatmohar, Stasiun Bangabadu Setu West dan Stasiun Bangabadu Setu East. Ditargetkan pemasangan dapat dilakukan mulai tanggal 5 Mei 2018 dan commissioning dapat dilakukan sebelum tanggal 28 Juni 2018.

2018-04-16 09:57:50
BUMN
Advertisement

PT Len Industri (Persero) melalui anak perusahannya, PT Len Railway Systems (LRS), baru saja mengirimkan peralatan interlocking perkeretaapian ke Bangladesh. Produk yang dikirim berupa peralatan interlocking yang akan di pasang di empat stasiun, yakni Stasiun Jamtoil, Stasiun Chatmohar, Stasiun Bangabadu Setu West dan Stasiun Bangabadu Setu East.

"Kita juga akan melakukan beberapa modifikasi sistem interlocking kereta api eksisting yang ada sekarang. Karena mampu memodifikasi produk persinyalan kereta api dari beberapa vendor lain adalah salah satu kelebihan yang kita miliki. LRS sebagai system integrator dan strategic partner di bidang fasilitas operasi railway," kata Direktur Utama PT LRS, Dewayana Agung Nugroho, Senin (16/4).

Dari pengiriman barang kali ini, ditargetkan pemasangan dapat dilakukan mulai tanggal 5 Mei 2018 dan commissioning dapat dilakukan sebelum tanggal 28 Juni 2018.

Advertisement

Sementara itu Direktur Utama PT Len Industri, Zakky Gamal Yasin menambahkan ini menjadikan pintu masuk Len untuk ke Bangladesh. Walau nilainya tak begitu besar, namun hal itu dianggap sangat penting.

"Ke depan masih banyak peluang bisnis di Bangladesh yang bisa dilakukan. Dari Bangladesh ini kita bisa makin merambah ke negara-negara sekitar," tambahnya.

Proyek modifikasi persinyalan kereta api Jalur Kota Ishurdi hingga Joydebpur sebelumnya ditanda tangani oleh Dewayana Agung Nugroho dan Muhammad Afsar Ali, Managing Director Biswas Construction di Hotel Savoy Homann Bandung pada hari tanggal 20 Oktober 2016.

Advertisement

LRS menandatangani kontrak dengan salah satu perusahaan lokal tersebut yang telah memenangi tender pekerjaan di Bangladesh dengan Bangladesh Railway (Regulator dan Pemilik Sarana dan Prasarana Perkeretaapian di Bangladesh) sebagai pemilik pekerjaan.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6

Baca juga:
KPK sebut banyak indikasi perusahaan BUMN terlibat korupsi
Menteri Rini pastikan Nindya Karya ikuti proses hukum
Rayakan HUT ke-6, Pupuk Indonesia gelontorkan Rp 1 miliar bedah rumah karyawan
PT Nindya Karya siap patuhi proses hukum terkait kasus Dermaga Sabang
Moody's naikkan peringkat utang 4 BUMN
Menteri Rini: BUMN jangan saling serang, bersatu untuk kemakmuran rakyat
Akhir pekan, Menteri Rini joged dangdut di Sentul

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.