LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Amran: Petani banyak jadi begal karena tak ada kepastian harga

Saat ini, tercatat 20 juta orang mulai meninggalkan profesi petani. Bahkan, ada beberapa petani yang memilih menjadi pelaku kriminal. Masalah tersebut disebabkan tak adanya kepastian harga pangan.

2016-09-19 15:13:56
Swasembada Pangan
Advertisement

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengatakan saat ini, tercatat 20 juta orang mulai meninggalkan profesi petani. Bahkan, ada beberapa petani yang memilih menjadi pelaku kriminal.

Amran menegaskan masalah tersebut disebabkan tak adanya kepastian harga pangan. Menurutnya, saat ini petani hanya membutuhkan kepastian harga bukan penambahan impor pangan.

"Petani tidak butuh disuapi anggaran, petani butuhnya kepastian harga. Tidak ada lagi alasan impor jagung, tidak ada lagi harga jatuh Rp 1.500 per kg," kata AMran di Kementerian Pertanian, Ragunan, Senin (19/9).

Advertisement

Amran menegaskan petani dapat beralih pekerjaan apabila pasokan pangan ditutupi dari impor. Parahnya lagi, petani bisa menjadi pelaku kriminal yang membahayakan semua orang.

"Bisa jadi mereka kontribusi gabung ke Gafatar, Begal, Santoso cs, 40 kan pengikutnya (petani), bikin pusing tidak? Ini jutaan petani, tidak ada jalan lain kecuali membuat petani menjadi sejahtera," kata Amran.

Untuk itu, Kementan menyiapkan anggaran Rp 2,1 triliun untuk mengembangkan lahan jagung dengan luas 724.000 hektar yang tersebar di 29 provinsi. "Lahannya sudah siap seluruh provinsi, yang besar Jatim, Lampung, Sulsel, Gorontalo, baru saja dari Maluku," tegasnya.

Advertisement

Amran menambahkan tahun ini Kementan membuat program intergasi antara jagung-sawit, jagung-hutan, jagung-perhutani, jagung-kelapa.

"Contoh Sumbar, 300.000 hektar sawit dengan jagung itu sukses, biasanya panen rumput di tengahnya sekarang panen jagung 13.000 ton karena berhasil kami tingkatkan, ada sekarang kurang lebih 40.000 ha. Kemudian Di Gorontalo, tanam jagung di tengah kelapa. Jatim dan Jateng, tanam jagung di tengah tanaman industri. Ini kita optimalkan," pungkasnya.

Baca juga:
Harga cabai merah sampai bawang makin mahal H-4 Idul Adha
Pemerintah siapkan harga acuan tujuh komoditas pangan
Harga cabai merah hingga uang sekolah makin mahal sepanjang Agustus
5 Barang ini lebih mahal di Indonesia dibanding negara tetangga
Mendag harap kehadiran Fintech bisa turunkan harga pangan
Permurah harga, Kemendag segera tetapkan HPP dan HET barang pangan
Jokowi: Saya sering makan sate kambing, tapi kolesterol saya rendah

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.