Alarm Kedaruratan Berbunyi Akibat Asap Terminal 2 Bandara Soetta, Operasional Kembali Normal
Alarm kedaruratan berbunyi di Terminal 2 Bandara Soetta akibat kepulan asap tebal dari kendaraan ground handling. Situasi cepat terkendali, operasional penerbangan kembali normal setelah insiden asap Terminal 2 Bandara Soetta ini.
Alarm peringatan kedaruratan di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, berbunyi pada Sabtu siang (06/6). Kejadian ini disebabkan oleh kemunculan kepulan asap tebal di area terminal penerbangan tersebut. Situasi ini sempat menarik perhatian petugas dan calon penumpang yang berada di lokasi.
Kepulan asap yang cukup tebal memenuhi sejumlah area terminal, khususnya di Terminal 2D, memicu sirine peringatan kedaruratan berbunyi cukup lama. Asap ini berasal dari salah satu kendaraan operasional milik ground handling yang mengalami gangguan teknis. Insiden ini terjadi saat kendaraan tersebut berada di area makeup baggage Terminal 2D.
Pihak Bandara Internasional Soekarno-Hatta segera bertindak cepat untuk menangani situasi. Petugas operasional bandara bersama Unit Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan pengamanan area, penanganan awal, serta evakuasi kendaraan yang bermasalah.
Penyebab dan Penanganan Cepat Kepulan Asap Terminal 2 Bandara Soetta
Asst Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengonfirmasi kejadian kedaruratan akibat kepulan asap tersebut. "Kami menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, sumber asap berasal dari salah satu kendaraan operasional milik ground handling yang mengalami gangguan teknis saat berada di area makeup baggage Terminal 2D," katanya.
Tim operasional bandara langsung bergerak sigap ke lokasi insiden. Mereka fokus pada pengamanan area dan penanganan awal untuk mengatasi sumber asap. Kendaraan yang mengalami gangguan teknis segera dievakuasi ke area terbuka guna mempercepat proses penanganan dan pembuangan asap.
Respon cepat ini memungkinkan kondisi segera terkendali. Yudistiawan menjelaskan, "Kami bergerak cepat melakukan koordinasi dan penanganan di lapangan sehingga kondisi dapat segera terkendali. Dalam waktu sekitar 5 hingga 10 menit sejak laporan diterima, sumber gangguan berhasil ditangani dan area terdampak dapat segera dinormalisasi."
Normalisasi Area dan Dampak Operasional Penerbangan
Dalam proses penanganan, petugas juga secara bersamaan melakukan pengaturan sirkulasi udara di area terdampak. Penyisiran area dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lain. Informasi mengenai situasi ini juga disampaikan kepada pengguna jasa bandara guna menjaga keamanan dan kenyamanan mereka.
Berkat kerja keras seluruh personel, kondisi di area terdampak berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. Aktivitas terminal kemudian kembali berjalan normal seperti sedia kala. Kepulan asap berhasil diatasi dan seluruh area terdampak telah kembali normal.
Pihak bandara menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. "Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa merupakan prioritas utama kami," jelas Yudistiawan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh operasional penerbangan dan pelayanan penumpang di Terminal 2 tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali pasca peristiwa tersebut.
Evaluasi dan Komitmen Keselamatan Bandara Internasional Soetta
Pasca insiden asap Terminal 2 Bandara Soetta, pihak Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus berkoordinasi dengan pihak ground handling. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap kendaraan yang mengalami gangguan teknis tersebut. Evaluasi ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Bandara berkomitmen untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai standar keselamatan dan keamanan yang tinggi. Hal ini dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa. Keamanan dan kenyamanan penumpang adalah hal yang tidak bisa ditawar.
Langkah-langkah evaluasi dan perbaikan berkelanjutan akan terus dilakukan. Tujuannya adalah untuk menjaga reputasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai salah satu bandara terbaik. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap layanan bandara akan tetap terjaga.
Sumber: AntaraNews