Akhir tahun, BI optimistis defisit transaksi berjalan 2,6 persen PDB
Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar USD 4,7 miliar atau 2,14 persen PDB.
Bank Indonesia optimistis defisit transaksi berjalan di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir 2016. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar USD 4,7 miliar atau 2,14 persen PDB.
"Kami masih lihat bahwa secara keseluruhan defisit transaksi berjalan bisa terkendali. Secara keseluruhan kami masih tetap optimistis bahwa defisit akan berkisar antara 2,6 persen dari PDB," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Jakarta, Jumat (13/5).
Perry menilai defisit transaksi berjalan triwulan pertama tahun ini lebih baik ketimbang sebelumnya. Semisal, pada 2013, Indonesia tak hanya mengalami defisit transaksi berjalan, tetapi juga lonjakan impor.
"Sementara, sekarang struktur dari defisit transaksi berjalan itu lebih produktif, karena terkait dengan perbaikan investasi khususnya di sektor infrastruktur yang didukung pemerintah."
Defisit transaksi berjalan saat ini turun ketimbang triwulan akhir tahun lalu yang sebesar USD 5,1 miliar (2,37 persen PDB). Namun, naik apabila dibandingkan dengan triwulan awal 2015, sebesar USD 4,1 miliar (1,94 persen PDB).
Baca juga:
BI nilai industri keuangan syariah masih kekurangan SDM berkualitas
BI catat neraca perdagangan RI defisit USD 287 juta
Triwulan I-2016, KSSK pastikan sistem keuangan Indonesia terkendali
Setiap bulan uang asli sebanyak Rp 30 miliar dimusnahkan di Papua
Triwulan I-2016, BI catat defisit transaksi berjalan USD 4,7 miliar
Uniknya penukaran uang terapung di Pasar Lok Baintan