LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Airlangga Pede RI Masih Aman dari Lonjakan Inflasi Hingga Tahun Depan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, optimis Indonesia masih aman dari ancaman hiperinflasi hingga 2023 mendatang, meski laju inflasi Indonesia terus menunjukkan kenaikan. Di mana terakhir melesat 4,94 persen per Juli 2022.

2022-08-16 17:20:59
Inflasi
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, optimis Indonesia masih aman dari ancaman hiperinflasi hingga 2023 mendatang, meski laju inflasi Indonesia terus menunjukkan kenaikan. Di mana terakhir melesat 4,94 persen per Juli 2022.

Untuk menjaga keyakinan itu, pemerintah terus mendorong tim pengendalian inflasi pusat dan daerah agar program kebijakan terkait keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi juga komunikasi secara efektif dengan masyarakat.

"Sehingga tentu tantangan hiperinflasi kelihatannya bisa kita tangani di tahun ini. Demikian pula di tahun depan," kata Airlangga dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2023, Selasa (16/8).

Advertisement

Selain inflasi, Airlangga juga menggarisbawahi laju pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas 5 persen selama tiga kuartal berturut-turut. Terakhir mencapai 5,44 persen pada kuartal II 2022. "Ini tumbuh tinggi yang didukung oleh konsumsi, ekspor, dan sektor yang tumbuh positif seperti industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, pertanian," bebernya.

Ke depan, prospek diperkirakan akan terus berlanjut. "Kita lihat dari indeks kepercayaan konsumen di bulan Juli masih tinggi. Penjualan ritel baik. PMI ekspansif masih di 1,3," imbuhnya.

Tolak ukur lainnya, Airlangga juga melihat kualitas ekonomi membaik berdasarkan angka kemiskinan yang turun. "Di September 2020 (angka kemiskinan) 10,19 juta (turun) menjadi 9,54 juta. Demikian pula tingkat pengangguran menurun dari 7,1 persen di Agustus 2020 menjadi 5,8 persen di Februari 2022," tuturnya.

Advertisement

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Fokus ke Sektor Energi dan Pangan, Jokowi Target Inflasi 3 Persen di 2023
Inflasi Indonesia Masuk yang Terendah di Dunia, Jokowi Bocorkan Rahasianya
Potensi Indonesia Jatuh Resesi Rendah, ini Alasannya
MPR: September RI Diprediksi Hadapi Ancaman Hiper-Inflasi
Tak Hanya Inflasi, Ini Sederet Dampak Kenaikan Tarif Ojek Online
Sri Mulyani: Yang Perlu Kita Waspadai Adalah Inflasi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.