Fokus ke Sektor Energi dan Pangan, Jokowi Target Inflasi 3 Persen di 2023
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga tingkat inflasi tahun depan di level 3,3 persen. Pemerintah kata Jokowi akan fokus menahan inflasi dari sektor energi dan pangan. Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih akan jadi bantalan menahan tingginya inflasi.
"Inflasi akan tetap dijaga pada kisaran 3,3 persen. Kebijakan APBN akan tetap diarahkan untuk mengantisipasi tekanan inflasi dari eksternal, terutama inflasi energi dan pangan," kata dia dalam Pidato Kenegaraan atas RUU APBN 2023, Selasa (16/8).
Jokowi menyebut, angka inflasi di level ini membuktikan adanya pemulihan permintaan di masyarakat. Artinya, pertumbuhan ekonomi nasional tetap bisa dijaga.
"Asumsi inflasi pada level ini juga menggambarkan keberlanjutan pemulihan sisi permintaan, terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat," ungkapnya.
Di sisi lain, rata-rata nilai tukar Rupiah diperkirakan bergerak di sekitar Rp14.750 per USD. Kemudian, rata-rata suku bunga Surat Utang Negara 10 tahun diprediksi pada level 7,85 persen.
"Selanjutnya, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan akan berkisar pada USD 90 per barel. Di sisi lain, lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660 ribu barel per hari dan 1,05 juta barel setara minyak per hari," bebernya.
Buka Lapangan Kerja
Pada kesempatan sama, Jokowi juga mendorong adanya ekspansi produksi untuk membuka lapangan kerja. Syaratnya langkah ini dilakukan secara konsisten.
Kemudian, berbagai sumber pertumbuhan baru harus segera diwujudkan. Pelaksanaan berbagai agenda reformasi struktural terus diakselerasi untuk transformasi perekonomian.
"Investasi harus dipacu serta daya saing produk manufaktur nasional di pasar global, harus ditingkatkan," ujar dia.Dengan semakin kuatnya sektor swasta sebagai motor pertumbuhan, maka manajemen kebijakan fiskal dapat lebih diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara perbaikan produktivitas dan daya saing.
"Dengan menjaga kesehatan dan keberlanjutan fiskal untuk menghadapi risiko dan gejolak di masa depan," ungkap Jokowi.
Reporter: Arief Rahman Hakim
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya