LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Agar bisa bersaing, UMKM diingatkan tak patok harga mahal di pasar dalam negeri

"Ternyata gak semuanya produk Indonesia itu harganya murah yak. Kalau tadi kita lihat tempat kerupuk saja sudah jutaan," kata Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan.

2018-05-17 15:36:05
UKM
Advertisement

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan mengingatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak mematok harga terlalu tinggi dalam memasarkan produknya. Sebab, sejauh ini ada produk impor yang ternyata lebih murah dibanding produk UMKM dalam negeri.

"Ternyata gak semuanya produk Indonesia itu harganya murah yak. Kalau tadi kita lihat tempat kerupuk saja sudah jutaan," kata Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan saat mengunjungi pameran Mall to Mall Indonesia Kreatif 2018, di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (17/5)

Stefanus mengatakan, pasar dalam negeri sendiri sebetulnya memerlukan harga jual yang jauh lebih rendah. Menurut dia, harga produk UMKM yang lebih mahal lebih cocok untuk di ekspor ketimbang di jual di dalam negeri.

Advertisement

"Untuk konsumen Indonesia perlu ada harga lebih reasonable. Kalau saya lihat masih beberapa orang sangat eksklusif mungkin makanannya (sasaran) untuk ekspor oke. Tapi di dalam negeri saya kira harus ada konsider tentang harga ya," ungkap dia.

Terlebih dia mengatakan, pola perilaku konsumen di Indonesia sendiri kebanyakan menginginkan kualitas bagus namun harga jual standar. Untuk itu, dia meminta kepada para pelaku UMKM agar lebih mempertimbangkan harga jual kembali.

"Ada keunikan, nah ini handmade. Tapi orang Indonesia kan memakai kadang-kadang gak peduli handmade yang penting kelihatannya bagus unik dia beli, tapi begitu harganya jutaan mungkin dia mikirnya 10 kali. Tapi menurut saya musti ada pertimbangan untuk pasar dalam negeri juga, kualitasnya tetap bagus menarik tapi harganya lebih pantas lah yah kan," ujarnya.

Advertisement

"Kalau kita mau membuat prodak itu misalkan harganya 50 persennya saya kira itu akan banyak orang yang beli," tukasnya.

Baca juga:
IKM syariah didorong manfaatkan teknologi guna tingkatkan daya saing
Permudah akses IKM, perusahaan asal AS ini beri kredit perkakas canggih
Aturan baru segera meluncur, pajak UMKM diturunkan jadi 0,5 persen
Menteri Sri Mulyani harap pameran Dhawa Fest Pesona bawa UMKM Indonesia mendunia
Kolaborasi dengan KSP Sahabat Mitra Sejati Bank Sampoerna Gelar Grebek Pasar

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.