Adopsi Fitur Kantong Bank Jago Capai 40 Juta, Jadi Gaya Hidup Pengelolaan Keuangan
Bank Jago mencatat adopsi Fitur Kantong di aplikasinya menembus 40 juta per akhir 2025, menunjukkan bagaimana inovasi ini telah menjadi cara hidup baru dalam mengelola keuangan pribadi dan bersama, menarik perhatian generasi produktif.
PT Bank Jago Tbk mengumumkan pencapaian signifikan dalam adopsi fitur “Kantong” atau “Pocket” pada aplikasi Jago. Per akhir Desember 2025, jumlah “Kantong” yang telah dibuat oleh nasabah mencapai angka fantastis 40 juta. Angka ini menunjukkan rata-rata 9,5 juta “Kantong” baru dibuat setiap tahunnya, menandakan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat akan pengelolaan keuangan yang terstruktur.
Fikri Tegar Devaas Sulistiyaji, Head of Customer Research & Experience Bank Jago, menyatakan bahwa “Kantong” bukan hanya sekadar fitur, melainkan telah menjadi cara hidup bagi banyak nasabah dalam mengatur keuangan mereka. Inovasi ini memungkinkan pengguna untuk mempersonalisasi pengelolaan dana sesuai kebutuhan spesifik.
Aplikasi Jago menawarkan beragam fungsi dan keunggulan yang dapat disesuaikan, seperti “Kantong Bayar” yang terhubung dengan kartu debit Visa untuk transaksi harian, serta “Kantong Nabung” yang dilengkapi target dan fitur auto-budgeting. Keberagaman jenis “Kantong” ini semakin menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan berbasis tujuan yang dapat melibatkan banyak pihak.
Adopsi Fitur Kantong Bank Jago Melonjak Signifikan
Pencapaian 40 juta “Kantong” yang dibuat nasabah hingga akhir 2025 menjadi bukti nyata keberhasilan Bank Jago dalam menyediakan solusi finansial inovatif. Rata-rata pembuatan “Kantong” baru sebanyak 9,5 juta per tahun menunjukkan respons positif dari pengguna terhadap kemudahan yang ditawarkan. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk mengalokasikan dana ke dalam pos-pos berbeda sesuai tujuan, mirip dengan memiliki banyak rekening tanpa biaya administrasi bulanan.
Fikri Tegar Devaas Sulistiyaji menekankan bahwa konsep “Kantong” telah melampaui fungsi dasar perbankan, menjadi alat esensial dalam perencanaan finansial. Nasabah dapat memanfaatkan berbagai jenis “Kantong” untuk kebutuhan beragam, mulai dari pengeluaran sehari-hari hingga tujuan tabungan jangka panjang.
Fleksibilitas Aplikasi Jago memungkinkan personalisasi yang tinggi, di mana setiap “Kantong” dapat diberi nama dan diatur sesuai keinginan pengguna. Fitur seperti “Kantong Bayar” yang terhubung langsung dengan kartu debit Visa memudahkan transaksi, sementara “Kantong Nabung” dengan target dan progres membantu nasabah mencapai tujuan finansial mereka secara terencana.
Inovasi Kantong Bersama dan Generasi Produktif
Salah satu fitur unggulan yang menunjukkan pertumbuhan pesat adalah “Kantong Bersama”, yang memungkinkan pengelolaan keuangan secara kolektif dengan tetap mengedepankan transparansi. Hingga Desember 2025, jumlah “Kantong Bersama” yang dibuat pengguna Aplikasi Jago bertumbuh 87 persen secara tahunan.
Mayoritas pengguna “Kantong Bersama” atau sekitar 85 persen berasal dari kalangan generasi Z dan milenial, dengan rentang usia 20-34 tahun. Komposisi gender pengguna fitur ini relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan. Perkembangan ini mencerminkan bahwa pengelolaan uang bersama semakin menjangkau generasi produktif dan digitally native, yang mencari solusi praktis dan transparan.
Devaas juga mencatat bahwa nasabah semakin matang dan terencana dalam memanfaatkan “Kantong Bersama”. Hal ini terlihat dari penamaan dan peruntukan “Kantong” yang spesifik, seperti untuk dana darurat, serta kebutuhan harian dan rumah tangga. Fitur ini tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga mendorong kebiasaan menabung dan perencanaan keuangan yang lebih baik di kalangan anak muda.
Transformasi Digital Tradisi Arisan dengan Fitur Kantong
Inovasi Bank Jago juga menyentuh tradisi lokal melalui “Kantong Arisan”, yang termasuk dalam lima terbanyak jenis “Kantong Bersama” yang dibuat nasabah. “Kantong Arisan” dirancang khusus untuk arisan digital dengan iuran terjadwal dan sistem kocok otomatis, di mana dana hanya dapat ditarik oleh pemenang sesuai giliran.
Sepanjang tahun 2025, pembuatan “Kantong Arisan” menunjukkan peningkatan, terutama dari sisi nominal yang bertumbuh 69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Devaas menyatakan bahwa tradisi lokal kini dapat ditransformasi ke digital dengan praktis dan aman melalui Aplikasi Jago.
Pengguna “Kantong Arisan” sangat beragam, mulai dari komunitas terkecil dalam keluarga, hingga komunitas yang lebih besar seperti ibu rumah tangga, alumni, dan pekerja. Keragaman ini menunjukkan bahwa fungsi fitur ini tidak hanya sebagai alat pengelolaan keuangan bersama, tetapi juga sebagai pengikat sosial dan komunitas yang efektif di era digital.
Sumber: AntaraNews