ADB sebut negara ASEAN belum semua siap sambut pasar bebas
Penghambat paling nyata adalah ketakutan terhadap potensi serbuan tenaga kerja asing.
Pasar bebas ASEAN bakal diberlakukan akhir tahun ini. Namun, penerapan strategi dan kesiapan pemerintah belum 100 persen.
Ekonom Asian Development Bank (ADB), Guntur Sugiyarto mengatakan, negara-negara ASEAN baru 93,7 persen siap mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang telah disepakati dalam MEA, termasuk mobilisasi tenaga kerja.
"Proyek saya membantu negara-negara ASEAN, mempersiapkan diri MEA, membantu agar sistem dari ASEAN skill community lengkap, dan mengumpulkan orang-orang yang sangat pandai di bidangnya. Terdapat bahwa sebanyak 93,7 persen yang high performance-nya sudah tercapai, dan 7,3 persen malah lebih berat. Kami berkeyakinan yang berat itu berdampak nyata," ujar Guntur si Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (11/12).
Menurut dia, penghambat paling nyata adalah ketakutan terhadap potensi serbuan tenaga kerja asing ke masing-masing negara, termasuk Indonesia.
"Ketakutan kita (Indonesia) akan kebanjiran tenaga kerja asing masih terjadi, padahal 9 negara (ASEAN) lainnya juga seperti itu kalau kita perhatikan. Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan tenaga kerja lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduknya," kata dia.
Guntur menambahkan, MEA akan berimbas kepada penambahan pendapatan perkapita negara-negara ASEAN. Angkanya, dapat mencapai 7 persen. Selain itu, kata dia, juga akan ada penambahan tenaga kerja sekitar 14 juta.
"Itu besar sekali, itu akan menciptakan di samping tenaga membuat orang tadinya miskin menjadi tidak miskin," pungkas dia.
Baca juga:
Jelang pasar bebas ASEAN, pemerintah perlu sertifikasi para pekerja
Rini: Sinergi BUMN perkuat Indonesia jelang pasar bebas ASEAN
JK minta standar audit diperketat jelang pasar bebas ASEAN
Mendag Lembong: Kita sudah jalani pasar bebas ASEAN sejak 2013
Pasar bebas Asean, BPS nilai Indonesia vis a vis Thailand