Rini: Sinergi BUMN perkuat Indonesia jelang pasar bebas ASEAN
Merdeka.com - Era keterbukaan pasar ASEAN atau dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Komitmen ini akan berlaku mulai akhir tahun ini dan mengikat negara-negara di wilayah Asia Tenggara.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, MEA bukanlah jadi hal yang perlu ditakuti. Namun, kata dia, harus dijadikan sebagai motivasi agar perusahaan-perusahaan BUMN semakin kuat dan menjangkau masyarakat hingga pelosok daerah.
"MEA di depan mata, apakah perusahaan Indonesia sudah merambah pelosok? Bagaimana kita (BUMN)? Kita tidak perlu takut MEA terbuka. Kita lihat bagaimana sinergi BUMN, sehingga perusahaan (asing) yang masuk Indonesia tidak bisa beraktivitas maksimal karena BUMN kita kuat," ucap Rini di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (10/12).
Sinergi BUMN menjadi kunci Indonesia menguasai pasar sendiri. Dengan demikian, keterbukaan pasar ASEAN bukan menjadi ancaman bagi pasar dalam negeri. Rini mengaku sempat kaget mendapati perusahaan BUMN seperti Pertamina memiliki banyak anak usaha hingga ratusan.
"Pak Tanri (Abeng) tadi 158 BUMN, sekarang BUMN 119, tapi turunannya hampir 700 perusahaan. Ada 128 anak dan cucu perusahaan Pertamina. Saya sangat kaget," kata Rini.
Menurut Rini, lini bisnis yang dikembangkan Pertamina melalui pembentukan anak usaha, kemungkinan juga dimiliki oleh perusahaan BUMN lain. Untuk itu, Rini menekankan pentingnya sinergi antara BUMN agar perusahaan-perusahaan milik negara semakin efisien.
"Apa yang dimiliki Pertamina mungkin BUMN lain juga punya. Untuk memperkuat pilar kita perlu sinergi untuk memperkuat cost," tegas Rini.
Lebih lanjut, Rini meminta perusahaan BUMN saling membuka akses bagi sesama perusahaan BUMN untuk meningkatkan kompetensi dan memenangkan kompetisi di era MEA.
"Marilah kita sinergi antar bank BUMN, mari kita pakai investasi BRI yang digunakan untuk satelitnya. ATM sharing. Saya yakin tidak ada satu pun bank ASEAN yang misalnya 3-4 kali lipat bisa bersaing. Kita tidak harus takut dengan MEA. Tapi bagaimana kita bisa kompetisi," jelas Rini.
Rini mengakui sinergi antar BUMN bukan hal mudah. Namun, apabila sinergi itu terjadi, Rini yakin Indonesia akan menguasai pasar ASEAN.
"Kalau kita bisa kuat di Indonesia, suatu hari kita akan kuat di ASEAN. Sinergi di Pertamina saja belum tentu terjadi. Ini yang harus kita tekankan ke depan. Sinergi BUMN harus terjadi pungkas Rini.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya