Ada teror Polda Riau, BPJS pastikan korban aksi teroris dilindungi layanannya
Indonesia tengah diguncang dengan berbagai aksi teror. Pagi ini, serangan teroris kembali terjadi di Polda Riau. Kejadian itu menyebabkan seorang anggota polisi tewas dan beberapa orang terluka. Bagi peserta Program Jaminan Kesehatan NasionaI-Kartu Indonesia skemanya nanti akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.
Indonesia tengah diguncang dengan berbagai aksi teror. Pagi ini, serangan teroris kembali terjadi di Polda Riau. Kejadian itu menyebabkan seorang anggota polisi tewas dan beberapa orang terluka.
Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan layanan BPJS mencakup jika peserta terkena musibah yang disebabkan oleh penyakit atau pun kondisi alam bahkan korban teror sekalipun.
"Prinsipnya sesuai dengan presiden sampaikan ya bahwa negara hadir menjamin masyarakat yang kena musibah," ungkap Fachmi di Kantornya, Jakarta, Rabu (16/5).
Fachmi mengatakan, bagi peserta Program Jaminan Kesehatan NasionaI-Kartu Indonesia (JKN-KIS) skemanya nanti akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Sementara untuk non peserta pihaknya masih mempelajari kembali, apakah secara keseluruhan dapat dibiayai atau hanya ditanggung setengah saja.
"Nanti skemanya tentu peserta JKN KIS pasti kita tanggung. Yang lain tentu ada skema lain yang dibicarakan," imbuhnya.
Sejauh ini, BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hingga 11 Mei 2018 sebesar 197,4 juta jiwa. Jumlah tersebut meningkat dari total catatan sepanjang 2017 yang hanya mampu mencapai 187,9 juta jiwa.
Sebelumnya, empat korban penyerangan terduga terorisme di Polda Riau saat ini dirawat di RS Bhayangkara, Jalan RA Kartini, Pekanbaru, Rabu (16/5). Para korban adalah dua anggota polisi dan dua wartawan.
Baca juga:
Sepanjang 2017, total klaim program JKN-KIS capai Rp 84 triliun
Program JKN-KIS selamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan di 2016
Hingga 11 Mei 2018, peserta program JKN-KIS capai 197,4 juta jiwa
Daftar, pasien BPJS tak perlu lagi antre lama di RSUP Sardjito
RS Pelni resmikan layanan eksekutif bagi pasien BPJS
Banyak warga Solo menunggak iuran bulanan JKN KIS
Gubernur Aceh klaim JKA lebih baik dari BPJS