Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak warga Solo menunggak iuran bulanan JKN KIS

Banyak warga Solo menunggak iuran bulanan JKN KIS Jokowi bagi Kartu Indonesia Sehat. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo menyebut bahwa banyak warganya yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tak bisa membayar iuran bulanan. Tak sedikit bahkan di antaranya menunggak hingga bertahun-tahun. Kondisi tersebut mengakibatkan integrasi JKN KIS menjadi terhambat.

"Ternyata banyak yang nunggak, dulunya ikut mandiri, tetapi ternyata tidak bisa membayar iuran. Bahkan nunggaknya sudah bertahun-tahun. Tunggakan itu harus dilunasi dulu, baru bisa diintergrasikan," ujar Rudy, sapaan akrab Wali Kota Solo usai membagikan kartu JKN KIS kepada warga Solo di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Senin (16/4).

Menurut Rudy meskipun banyak masyarakat yang mampu sekalipun, tetap akan mengalami kesulitan dalam masalah pendidikan dan kesehatan. Besaran iuran JKN KIS mandiri untuk satu KK perbulan lebih dari Rp 125 ribu, dinilainya memberatkan warga berpenghasilan rendah.

"Solusinya, mereka harus melunasi dahulu. Yang jelas Pemkot tidak bisa take over (membayar tunggakan), jadi salah kaprah kalau Pemkot Solo yang melunasi," tukas Rudy.

Kendati mengakui jumlah penunggak cukup banyak, namun Rudy enggan menyebutkan jumlahnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih menyampaikan, hingga saat ini pihaknya telah menerbitkan kartu JKN-KIS untuk 41.905 KK yang preminya dibiayai dari APBD Kota Solo.

"Hari ini, kartu JKN-KIS yang kita serahkan ada 2.506 KK, terdiri dari 4.540 jiwa yang tersebar di 5 kecamatan di Solo," tutup Siti.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP