LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ada Perang Dagang, Ekonomi Dunia Diprediksi Tetap Sehat Walau Tumbuh Melambat

Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Andrian Tanuwijaya, mengatakan naiknya tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China merupakan hal yang mengejutkan pasar global. Sebab, sebelumnya negosiasi antara kedua negara berlangsung positif dan dikonfirmasi sendiri oleh pernyataan keduanya.

2019-05-18 13:00:00
Perang dagang
Advertisement

Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Andrian Tanuwijaya, mengatakan naiknya tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China merupakan hal yang mengejutkan pasar global. Sebab, sebelumnya negosiasi antara kedua negara berlangsung positif dan dikonfirmasi sendiri oleh pernyataan-pernyataan dari kedua delegasi.

"Perubahan sentimen yang drastis ini mengakibatkan market shock karena pasar global sebelumnya sudah semakin yakin kesepakatan akan tercapai segera," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/5).

Dia menambahkan, secara umum perekonomian global dalam kondisi relatif sehat, walaupun memang pertumbuhannya melambat. Data ekonomi dari Amerika Serikat dan China dua raksasa yang menjadi proksi ekonomi global mengafirmasi pandangan tersebut.

Advertisement

"Di Amerika Serikat data ketenagakerjaan tetap pada level yang kuat dengan klaim subsidi pengangguran yang membaik dan tingkat pengangguran yang menurun. Di China, data ekonomi juga membaik sejalan dengan stimulus yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan stabilisasi ekonomi," jelas dia.

"Data manufaktur China kembali ke zona ekspansi di bulan Maret dan April, setelah sebelumnya mengalami kontraksi tiga bulan berturut-turut. Pertumbuhan kredit di China juga membaik, didukung oleh stimulus fiskal dari pemerintah," imbuhnya.

Secara keseluruhan, kata dia, indikator ekonomi di kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi global tetap sehat walaupun melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

Advertisement

Dia melanjutkan, dengan adanya perkembangan terakhir dari tensi perang dagang, pihaknya melihat negosiasi dagang dapat kembali memanjang dan volatilitas pasar pun berpotensi kembali meningkat. "Terlepas apakah skenario base case akan terjadi atau tidak, kami melihat pemerintah China sangat siap dan memiliki cukup ruang untuk melakukan stimulus tambahan untuk mengurangi dampak negatif dari tarif impor dan menopang pertumbuhan ekonominya," lanjut dia.

Baca juga:
5 Fakta Baru di Balik Lanjutan Perang Dagang dan Dampaknya Pada Ekonomi Indonesia
Perang Dagang AS-China Memanas, Indonesia Didorong Cari Pasar Ekspor Baru
Dana Asing Kabur dari RI Akibat Perang Dagang Capai Rp11,3 Triliun
Pengusaha Batubara RI Jalin Kerjasama Antisipasi Kebijakan China
Pertumbuhan Ekonomi Meleset dari Target, BI Sebut Dampak Perang Dagang
Menko Darmin: Dorong Ekspor Makin Tak Mudah Setelah Perang Dagang Meningkat
Perang Dagang Menegang, Dana Asing Lari dari RI

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.