Pertumbuhan Ekonomi Meleset dari Target, BI Sebut Dampak Perang Dagang
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2019 sebesar 5,07 persen. Angka tersebut jauh di bawah prediksi banyak pihak, termasuk Bank Indonesia (BI).
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, menyebutkan tidak terealisasinya prediksi angka pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama tahun ini adalah karena kembali mencuatnya perang dagang atau trade war antara Amerika Serikat (AS) dengan China.
"Kita melihat angka pertumbuhan ekonomi kita yang bisa dikatakan di bawah perkiraan hampir semua pihak termasuk Bank Indonesia dan itu semua berawal dari bagaimana dampak dari trade tantion (ketegangan perang dagang)," kata dia, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (17/5).
Ketegangan perang dagang, lanjutnya, membuat asumsi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia menjadi terkoreksi termasuk Indonesia.
"Trade dunia yang melambat (dampaknya) ke ekspor kita dan langsung mengena kepada kegiatan ekonomi Indonesia," ujarnya.
Selain itu, investasi juga dinilai masih rendah. Namun secara keseluruhan ekonomi tetap ditopang oleh konsumsi yang masih bertahan.
Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tumbuh meski di bawah harapan, naik tipis apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 5,06 persen. "Satu hal yang bisa dikatakan, ekonomi bisnis harus tetap lanjut dan itu membutuhkan financing perekonomian," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya