2018 Rugi, Garuda Indonesia Raup Laba Rp 278 M di Kuartal I 2019
Garuda Indonesia Group melaporkan membukukan laba bersih sebesar USD 19,7 juta atau setara Rp 278,5 miliar (Rp 14.139 per USD) pada kuartal I 2019. Angka ini bertumbuh dari rugi USD 64,3 juta di periode yang sama pada 2018. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pada Rabu (24/4). Garuda Indonesia Group melaporkan membukukan laba bersih sebesar USD 19,7 juta atau setara Rp 278,5 miliar (Rp 14.139 per USD) pada kuartal I 2019. Angka ini bertumbuh dari rugi USD 64,3 juta di periode yang sama pada 2018.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan yang tumbuh sebesar 11,9 persen menjadi USD 1,09 miliar.
Kinerja positif tersebut turut ditunjang oleh lini pendapatan layanan penerbangan berjadwal sebesar USD 924,9 juta, tumbuh sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama di kuartal I 2018.
Selain itu, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kinerja ancillary revenue dan pendapatan anak usaha lainnya sebesar 27,5 persen dengan pendapatan mencapai USD 171,8 juta.
Dalam RUPST kali ini Garuda Indonesia juga mengumumkan pemangkasan jumlah direksi dan komisaris.
RUPS Tahun 2019 ini merupakan yang ke delapan kalinya yang diselenggarakan Garuda sejak melaksanakan IPO pada Februari 2011. Kali ini, ada 7 agenda acara yang dilakukan, salah satunya yaitu perombakan susunan komisaris dan direksi.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan mengatakan, sejalan dengan dinamika industri penerbangan yang semakin kompetitif, akselerasi bisnis perusahaan juga turut harus dikembangkan.
Struktur manajemen baru tersebut diharapkan dapat mendukung upaya perseroan untuk meningkatkan kinerja bisnis yang dijalankan.
RUPST kali ini menghasilkan pengurangan jumlah direksi Garuda Indonesia sebanyak 2 orang. Untuk itu, Garuda memberhentikan secara hormat I Wayan Susena sebagai Direktur Teknik dan Nicodemus Panarung Lampe sebagai Direktur Layanan.
Kedua posisi direksi itu kini digabungkan menjadi Direktur Teknik dan Layanan. Posisi itu diisi oleh orang baru yakni Iwan Juniarto.
Tidak hanya direksi, beberapa komisaris pun juga mengalami pemberhentian secara terhormat diantaranya, Agus Santoso sebagai Komisaris Utama, Chairal Tanjung, Dony Oskaria, Muzaffar Ismail dan Luky Alfirman sebagai Komisaris.
Namun Garuda mengangkat kembali Chairal Tanjung sebagai komisaris. Selain itu juga diangkat sebagai komisaris Sahala Lumban Gaol, Herbert Timbo P. Siahaan, Insmerda Lebang dan Eddy Porwanto Poo.
Berikut susunan Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia yang baru sesuai hasil RUPST:
Susunan Direksi
1. Direktur Utama : I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
2. Direktur Operasi : Capt Bambang Adisurya Angkasa
3. Direktur Teknik & Layanan : Iwan Joeniarto
4. Direktur Human Capital : Heri Akhyar
5. Direktur Niaga : Pikri Ilham Kurniansyah
6. Direktur Kargo & Pengembangan Usaha : Mohammad Iqbal
7. Direktur Keuangan & Manajemen Resiko : Fuad Rizal.
Komisaris:
1. Komisaris Utama : Sahala Lumban Gaol
2. Komisaris Independen : Herbert Timbo P. Siahaan
3. Komisaris Idependen : Insmerda Lebang
4. Komisaris Independen : Eddy Porwanto Poo
5. Komisaris Garuda Indonesia: Chairal Tanjung
Reporter: Ayu Lestari Wahyu Puranidhi
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Dari Rugi Rp 903 Miliar, Garuda Indonesia Kini Catatkan Laba Rp 276 Miliar
Sepi Penumpang, Dua Maskapai Batalkan Penerbangan ke Aceh Besar
Menhub Budi Beri Waktu 2 Minggu ke Garuda Indonesia untuk Turunkan Harga Tiket
Menhub Budi Sebut Garuda Indonesia Tak Tulus Turunkan Harga Tiket
Menteri Rini: Persoalan Garuda Indonesia Sudah Lama Sekali, Kini Kita Diperbaiki
Prabowo: Garuda, Pertamina, PLN Dirampok, Mana Buktinya? Ada Segudang di BPK
Garuda Indonesia Tujuan Jeddah Mendarat Darurat di Sri Lanka