LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

2018, ESDM targetkan 114 juta ton batu bara terserap di dalam negeri

Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, optimistis target tercapai seiring mulai adanya permintaan untuk PLTU mulut tambang. Ada pun untuk 2018, pihaknya memprediksi kenaikan produksi batu bara sebesar 5 persen dari realisasi tahun 2017.

2018-01-11 18:57:52
produksi batubara
Advertisement

Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, mengatakan pemerintah menargetkan realisasi pemanfaatan batu bara dalam negeri di 2018 dapat mencapai 114 juta ton. Dia optimistis target tercapai seiring mulai adanya permintaan untuk PLTU mulut tambang.

"Untuk menjamin pasokan kebutuhan sumber energi primer dan bahan baku dalam negeri," jelas Bambang di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/1).

Ada pun untuk 2018, pihaknya memprediksi kenaikan produksi batu bara sebesar 5 persen dari realisasi tahun 2017. "Itu perkiraan kita naiknya 5 persen jadi 485 juta ton," tuturnya.

Advertisement

Sementara, pemanfaatan batu bara domestik pada 2017 mencapai 97 juta ton. Meski lebih tinggi dari realisasi 2016 sebesar 90,5 juta ton, capaian 2017 masih di bawah target yang dipatok sebanyak 121 juta ton.

"Banyak faktor (penyebab tak tercapainya target pemanfaatan batu bara). Masih belum mulainya PLTU juga beberapa industri yang mengalami kendala. Karena batu bara bukan hanya untuk PLTU tapi juga industri seperti pupuk," ungkapnya.

Dia juga menyampaikan bahwa capaian produksi batu bara pada 2017 mencapai 461 juta ton. Jumlah ini masih berada di bawah angka yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) batu bara 2017 yakni sebesar 477 juta ton.

Advertisement

Banyak faktor yang menurut Bambang menjadi penyebab tak tercapainya target dalam RKAB batu bara tersebut. Salah satunya masih adanya perusahaan yang terkendala perizinan juga masalah AMDAL.

"Mengapa tidak tercapai karena masih banyak perusahaan yang terkendala beberapa perizinan seperti IUPK, AMDAL. Mungkin juga masalah cuaca, dan masih banyak lagi, seperti kesulitan mendapatkan alat berat dan macam-macam ya," kata dia.

Baca juga:
Desember 2017, harga batu bara acuan turun 0,8 persen
PT Bukit Asam gandeng 3 perusahaan terapkan teknologi gasifikasi batubara
Amandemen 13 kontrak PKP2B, Menteri Jonan klaim negara dapat untung USD 68 juta
Nilai ekspor batubara Indonesia ke China meroket 63 persen jadi Rp 13,9 triliun
BPS sebut harga batu bara melonjak di Agustus 2017
Di 2016, peningkatan konsumsi batu bara Indonesia cetak sejarah
Menteri Jonan kumpulkan PLN dan pengusaha bahas rencana penurunan harga batu bara

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.