LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Tragis, Istri Mantan Perdana Menteri Nepal Tewas Terbakar Akibat Rumahnya Dibakar Demonstran

Khanal menjabat sebagai Perdana Menteri Nepal dari Februari hingga Agustus 2011.

Rabu, 10 Sep 2025 12:00:00
korupsi
Protes dipicu oleh isu maraknya korupsi, pengangguran, serta larangan pemerintah terhadap platform media sosial, termasuk Facebook dan X. (Prabin RANABHAT/AFP) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Rajyalaxmi Chitrakar, istri dari mantan Perdana Menteri Nepal Jhalanath Khanal, meninggal dunia pada Selasa (9/9/2025) setelah menderita luka bakar yang parah. Luka-luka tersebut terjadi akibat kediaman mereka di Kathmandu dibakar oleh massa saat protes yang berlangsung dengan kekerasan.

Informasi ini dilaporkan oleh kantor berita ANI yang mengutip portal berita daring asal Nepal, Khabarhub. Menurut keterangan dari pihak keluarga yang dilansir oleh Times of India, Chitrakar berada di dalam rumah ketika para demonstran melakukan aksi pembakaran terhadap bangunan tersebut.

Dia segera dilarikan ke Rumah Sakit Luka Bakar Kirtipur dalam kondisi kritis, namun sayangnya, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Peristiwa tragis ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi yang dipimpin oleh Generasi Z (Gen Z) setelah pemerintah mengeluarkan larangan terhadap beberapa platform media sosial. Aksi protes yang awalnya berlangsung damai dengan cepat berubah menjadi kerusuhan nasional.

Advertisement

NY Times melaporkan bahwa sedikitnya 22 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi di Kathmandu serta di beberapa kota lain seperti Pokhara, Butwal, dan Birgunj. Aksi demo Gen Z yang dimulai pada Senin (8/9) meletus setelah pemerintah melarang 26 platform media sosial besar, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube, dengan alasan pajak dan keamanan siber.

Namun, banyak warga Nepal yang menilai langkah tersebut sebagai serangan terhadap kebebasan berpendapat dan sebagai kedok untuk menutupi praktik korupsi.

Advertisement

Perdana Menteri dan Presiden Nepal Mengundurkan Diri

Protes dipicu oleh isu maraknya korupsi, pengangguran, serta larangan pemerintah terhadap platform media sosial, termasuk Facebook dan X. (Prabin RANABHAT/AFP) © 2025 Liputan6.com

Situasi yang semakin memburuk memaksa Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli, atau KP Sharma Oli, untuk mengundurkan diri. Sementara itu, para demonstran melakukan aksi dengan membakar berbagai gedung pemerintah, termasuk gedung parlemen serta kantor presiden.

Dalam perkembangan lain, Presiden Ram Chandra Paudel, yang juga mengundurkan diri, pada hari Selasa menyerukan agar semua pihak tetap tenang dan menekankan pentingnya dialog.

"Saya mendesak semua pihak agar tetap tenang, mencegah kerugian lebih lanjut bagi bangsa, dan duduk bersama untuk berdialog. Dalam sebuah demokrasi, tuntutan yang disuarakan rakyat dapat diatasi melalui dialog dan negosiasi," ujarnya dalam pernyataan yang dimuat The Himalayan Times.

Walaupun jam malam telah diterapkan di beberapa daerah, aksi protes masih terus meluas. Para demonstran menuntut agar pemerintah bertanggung jawab dan menghentikan praktik korupsi yang telah mengakar.

Di tengah ketegangan ini, pemerintah juga telah mencabut larangan terhadap media sosial, memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat mereka. Dengan demikian, situasi politik di negara tersebut semakin kompleks dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait.

Militer Nepal Mengeluarkan Imbauan kepada Masyarakat

Protes dipicu oleh isu maraknya korupsi, pengangguran, serta larangan pemerintah terhadap platform media sosial, termasuk Facebook dan X. (Prabin RANABHAT/AFP) © 2025 Liputan6.com

Kepala Staf Angkatan Darat Nepal, Jenderal Ashok Raj Sigdel, mengajak para demonstran Gen Z untuk mencari solusi damai melalui dialog, sambil menyaksikan pengerahan angkatan militer demi menjaga ketertiban.

"Aksi protes ini telah menimbulkan kerusakan besar. Oleh karena itu, untuk mencegah kerugian lebih lanjut serta menjaga perdamaian, keamanan, keharmonisan, dan persatuan nasional, adalah tanggung jawab kita bersama," ungkapnya dalam sebuah video yang dirilis pada Selasa malam.

Dalam pernyataannya, Jenderal Sigdel menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kerusakan yang terjadi pada fasilitas publik akibat aksi protes nasional tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang kehilangan nyawa, serta berharap agar para korban yang terluka segera mendapatkan kesembuhan.

"Untuk meredakan situasi sulit yang tengah berlangsung, melindungi warisan nasional, properti publik dan pribadi, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat adalah kewajiban kita bersama," tegasnya.

Jenderal Sigdel menambahkan bahwa menjaga kepentingan utama negara juga merupakan tanggung jawab bersama.

"Oleh karena itu, demi membawa negara keluar dari situasi pelik ini dengan cara damai, saya meminta kelompok demonstran untuk membatalkan rencana aksi protes dan duduk di meja perundingan," tuturnya.

Militer Mengambil Kendali atas Operasi Keamanan

Protes dipicu oleh isu maraknya korupsi, pengangguran, serta larangan pemerintah terhadap platform media sosial, termasuk Facebook dan X. (Prabin RANABHAT/AFP) © 2025 Liputan6.com

Menurut NDTV, tentara Nepal telah mengambil alih pengelolaan Bandara Internasional Tribhuvan setelah terjadi upaya pengunjuk rasa untuk memasuki area bandara pada Selasa malam. Akibat dari aksi protes tersebut, layanan penerbangan di bandara mengalami penundaan sebagian.

Selain itu, militer juga mengambil alih kontrol di Singhdurbar, yang merupakan kompleks sekretariat utama pemerintah, setelah para demonstran melakukan pembakaran di dalam area tersebut. Tentara masuk ke kompleks setelah berhasil mengevakuasi para pengunjuk rasa yang ada di sana.

Advertisement

Di sisi lain, tindakan tentara juga diperlukan ketika sekelompok demonstran berusaha merusak gerbang kuil suci Pashupatinath. Sebelumnya, tentara Nepal telah mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengambil alih operasi keamanan pada Selasa pukul 22.00 waktu setempat.

Berita Terbaru
  • OJK Selamatkan Rp674 Miliar Dana Nasabah, Pencegahan Jadi Senjata Utama Lawan Penipuan Digital
  • Penjelasan TNI, Kronologi Ibu Hamil Tewas saat Baku Tembak di Papua
  • Kronologi Penemuan Mahasiswi Telkom University Nadira di Bandung
  • Polisi Telusuri Unsur Pidana Kasus Hilangnya Mahasiswa Telkom University Nadira Az-Zahra
  • Sekjen Kemendagri Minta Pemda Waspadai Komoditas Pemicu Kenaikan Harga
  • berita update
  • demo nepal
  • konten ai
  • korupsi
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.