Terungkap Ada HRD Perusahaan di Jabar Sembunyikan Info Loker, Tujuannya Demi Dapatkan Pungli
Sekda Jabar Herman Suryatman mengungkap dugaan adanya sejumlah HRD salah satu perusahaan yang sengaja menutupi informasi lowongan pekerjaan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengungkap dugaan adanya sejumlah HRD salah satu perusahaan yang sengaja menutupi informasi lowongan pekerjaan. Motifnya ditengarai untuk mendapatkan pungli atau merekrut orang-orang yang dikenalnya.
Temuan ini diketahui Herman saat mengevaluasi platform penyedia layanan pekerjaan yang disediakan oleh Pemprov Jawa Barat, yaitu Gerai Layanan Informasi Ketenagakerjaan (GLIK). Mulanya, ditemukan keterlibatan perusahaan penyedia lowongan kerja masih minim. Setelah ditelusuri diduga ada indikasi untuk mendapatkan pungli atau merekrut orang-orang yang dikenalnya.
"Yang oknum ada ya, artinya tidak semua ada oknum yang kurang suka dengan platform ini, sukanya lakukan secara manual karena kalau manual dia bisa bedol desa, dari kampungnya misalnya. Atau ujung-ujungnya ada pungli. Ini kan rahasia warung kopi," ujar Herman saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/7).
Dari informasi yang dimiliknya, Herman mengatakan oknum-oknum itu ada yang memasang harga tertentu agar pelamar bisa masuk ke perusahaannya. Agar lowongan tetap tersedia untuk praktik tersebut, perusahaan ini diduga sengaja tidak mengumumkan adanya lowongan kepada publik.
"Kalau ingin kerja harus sekian rupiah. Itu oknum loh ya sekali lagi,” katanya.
“Ada perusahaan-perusahaan yang di dalamnya ada oknum di HRD yang tidak mau terbuka dalam rekrutmen pegawai," jelasnya.
"Kenapa? Kalau tidak terbuka kan bisa tertutup, bisa transaksi di bawah meja. Itu tidak boleh,” sambung dia.
Padahal platform ini dibuat untuk mewujudkan ekosistem bursa kerja yang memudahkan pertemuan antara para pencari kerja dan penyedia lowongan. Secara daring mereka tidak mesti selalu mengantre dan berdesak-desakan di job fair.
Namun, di sisi lain, kata Herman para pencari kerja juga perlu lebih proaktif saat memasukkan lamaran. Tak semata asal lamar, dan mencari peruntungan saja.
"Kalau manusianya pada diam kan platform enggak ada apa-apanya. Ditambah ada oknum, apakah oknum itu di Pemda, apakah oknum itu di perusahaan, sebetulnya bisa. Kalau mau serius," tuturnya.
Berdasarkan data BPS Jabar, jumlah angkatan kerja pada Februari 2025 sudah mencapai 26,80 juta orang, naik 0,92 juta orang dibandingkan Februari 2024. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 1,57 persen poin dari 67,34 persen menjadi 68,91 persen.
Sementara, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2025 sebesar 6,74 persen, turun sebesar 0,17 persen poin dibandingkan dengan Februari 2024 yang sebesar 6,91 persen.