Teriak-teriak di Pinggir Jalan, Aksi Anggota TNI Jualan Beras Bulog Tuai Pujian
Dalam video itu, sang prajurit tampak antusias memanggil warga untuk membeli bahan pangan bersubsidi.
Seorang prajurit TNI terekam sedang menjajakan beras murah di pinggir jalan sambil berteriak menawarkan dagangannya. Aksi ini diketahui sebagai bagian dari dukungan terhadap program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digagas oleh pemerintah melalui Perum Bulog.
Video yang memperlihatkan prajurit tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @para.abdinegara.news pada Senin (22/9). Dalam video itu, sang prajurit tampak antusias memanggil warga untuk membeli bahan pangan bersubsidi.
"Beras, beras murah, izin bang. Bu, beras Bu! Beras Rp60 ribu, minyak Rp15 ribu!" teriak prajurit tersebut sambil menjajakan dagangannya di tepi jalan.
"Hari pertama jualan bazar murah," tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Reaksi Warganet
Aksi prajurit tersebut memicu beragam respons dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan dan mengapresiasi keterlibatan langsung TNI dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Bukan di data ya, kami udah dapat harga Rp57 ribu, karena subsidi dari Babinsa. Berasnya lumayan kok,” tulis akun @windyperdani.
"Semangaaaattt... Rayu dong mak-mak buat beli sembako... Atau para gadis-gadis cantik," canda akun @linnaloekito.
"Tulis besar-besar supaya orang lihat, pasti yang berhenti banyak bu-ibuk 😂," komentar akun @meikusnaedi.
Program SPHP
Sementara Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut, program SPHP menjadi penyangga penting kebijakan pangan nasional. Pemerintah telah menetapkan target penyaluran beras SPHP sebanyak 1,3 juta ton hingga Desember 2025 untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
"Sinergi ini menjadi bukti konkret bahwa BULOG dan TNI berperan aktif menjaga akses pangan bagi masyarakat. Melalui penyaluran Banpang dan beras SPHP dalam Gerakan Pangan Murah, kami memastikan masyarakat memperoleh beras berkualitas secara merata dan terjangkau," katanya.
Langkah ini juga merupakan respons terhadap temuan beras SPHP oplosan yang dikemas ulang secara ilegal. Dengan melibatkan institusi yang dipercaya seperti TNI/Polri, diharapkan distribusi beras bersubsidi bisa lebih aman, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat luas.
Program SPHP merupakan inisiatif pemerintah untuk menekan inflasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.