LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Senyum Balita di Gaza Pertama Kali Pegang Tomat Pasca Blokade Israel

Berikut potret senyum balita di Gaza pertama kali pegang tomat pasca blokade Israel.

Kamis, 16 Jan 2025 15:38:00
genosida di gaza
Senyum Balita di Gaza Pertama Kali Pegang Tomat Pasca Blokade Israel (X @OnlinePalEng)
Advertisement

Setelah lebih dari 460 hari atau 15 bulan perang menghancurkan Gaza, Hamas dan Israel telah menyetujui kesepakatan genjata senjata. Pada konferensi pers di Doha, Rabu (15/1), Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata ini akan berlaku mulai hari Minggu.

Dengan adanya kesepakatan ini, warga Gaza pun sebentar lagi akan bisa bernapas lega. Mengingat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah gempuran serangan dari Israel.

Bahkan, mereka juga terpaksa menahan rasa lapar dan haus akibat terbatasnya bantuan kemanusiaan yang diperbolehkan masuk ke Gaza oleh tentara Israel.

Seperti terlihat dalam video yang beredar di media sosial. Seorang balita terlihat tersenyum bahagia saat pertama kali memegang tomat pasca blokade Israel.

Advertisement

Lantas bagaimana potret senyum balita di Gaza pertama kali pegang tomat pasca blokade Israel tersebut? Melansir dari akun X @OnlinePalEng, Kamis (16/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

Senyum Balita di Gaza Pertama Kali Pegang Tomat

Senyum Balita di Gaza Pertama Kali Pegang Tomat Pasca Blokade Israel X @OnlinePalEng

Sebuah video yang diunggah pada Senin (13/1), memperlihatkan kondisi warga Gaza di bawah tenda pengungsian, viral di media sosial. Alih-alih sedih, wajah seorang balita perempuan asal Gaza ini terlihat semringah. Rupanya, senyum bahagia balita ini muncul lantaran mendapat bantuan makanan ke tenda miliknya.

Advertisement

Dari video yang beredar, balita cantik ini tersenyum melihat kardus besar berisi tomat segar yang dikirim ke pengungsian. Bahkan, Ia tampak tertawa kegirangan saat menggenggam tomat merah di tangannya.

Menurut informasi, momen tersebut menjadi kali pertama dalam hidupnya sang balita bisa melihat buah tomat secara langsung.

Hal tersebut terjadi lantaran Israel telah memblokade bantuan kemanusiaan ke Gaza pasca serangan 7 Oktober 2023 lalu.

"Gadis kecil Palestina bahagia dengan menggenggam tomat pertama kali setelah mendapat bantuan di Gaza," tulisnya dalam video.

Banjir Komentar Publik

Senyum Balita di Gaza Pertama Kali Pegang Tomat Pasca Blokade Israel X @OnlinePalEng

Potret senyum balita di Gaza pertama kali pegang tomat pasca blokade Israel ini sontak mendapatkan atensi luar biasa dari masyarakat luas. Berbagai komentar pun membanjiri unggahan tersebut.

"Di tengah kesulitan, momen-momen bahagia seperti ini mengingatkan kita akan ketangguhan dan kekuatan rakyat Palestina. Semoga kedamaian dan kesejahteraan menyertai semua orang, dan semoga kita semua berjuang menuju dunia di mana tidak ada anak yang harus menghadapi penderitaan seperti itu," tulis akun @Jugnuuu0001.

"Senyum terindah yang pernah aku lihat 🥰🥰🥰," tulis akun @OWEIDA.

"Anakku, aku doakan semua hal yang kamu sukai tercapai 🥹❣️," tulis akun @Rhapsoidia_6_.

"Dia imut 🥰 Saya yakin dia tidak tinggal di Gaza; bayi yang manis dan menggemaskan," tulis akun @tweetnajla.

"Semoga semua orang Palestina memiliki makanan segar, air bersih, dan tempat berteduh, serta hidup dalam kedamaian dan keamanan selamanya di tanah mereka sendiri mulai sekarang! Bayi ini berasal dari sumber yang sama indahnya dengan kita semua! Salam sayang untuknya!," tulis akun @JodieSilbaugh.

Hamas dan Israel Akhirnya Sepakat Genjatan Senjata di Gaza

Orang-orang memeriksa sisa-sisa bangunan yang terkena serangan bom Israel di sebelah timur Khan Yunis, Jalur Gaza selatan pada 14 Januari 2025. (BASHAR TALEB/AFP) © 2025 Liputan6.com

Setelah perang selama 15 bulan di Gaza, Hamas dan Israel mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata. Pakta ini merupakan hasil dari negosiasi berliku-liku selama berbulan-bulan yang dilakukan oleh mediator Mesir dan Qatar, dengan dukungan Amerika Serikat dan terjadi menjelang pelantikan presiden Trump pada hari Senin.

Kesepakatan gencatan senjata ini nantinya juga mencakup pembebasan tahanan atau sandera yang telah ditahan. Dilansir dari Al Jazeera, sekitar 30 orang tawanan Israel yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan. Termasuk wanita, anak-anak dan warga sipil berusia di atas 50 tahun.

Sebagai gantinya, Israel juga akan membebaskan lebih banyak tahanan Palestina. Termasuk tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup. Tercatat, di antara warga Palestina yang dibebaskan terdapat sekitar 1000 orang yang ditahan setelah 7 Oktober 2023.

Dijelaskan, Israel nantinya juga akan menarik pasukannya secara bertahap dari Jalur Gaza di tahap pertama atau enam minggu pertama gencatan senjata. Israel juga akan mengizinkan warga sipil untuk kembali ke rumah mereka di wilayah utara yang terkepung.

Isi Kesepakatan Gencatan Senjata

The truce would free Israeli hostages in Gaza and Palestinians held by Israel. Aid agencies are also planning major deployments once the fighting in the devastated strip is brought to a halt. DW has the latest. © 2025 merdeka.com

Pihaknya juga akan mengizinkan warga Palestina yang terluka untuk meninggalkan Jalur Gaza untuk mendapatkan perawatan, dan membuka penyeberangan Rafah dengan Mesir tujuh hari setelah dimulainya pelaksanaan tahap pertama.

Selain itu, Israel juga memberikan akses lebih luas untuk pengiriman bantuan ke Gaza, Palestina. Dikatakan Israel mengizinkan lonjakan bantuan hingga 600 truk per hari.

Lebih lanjut, PBB maupun Komite Palang Merah Internasional mengatakan tengah bersiap untuk meningkatkan operasi bantuan mereka secara besar-besaran. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan bahwa prioritas sekarang adalah meringankan penderitaan luar biasa yang disebabkan oleh genosida ini.

Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa penerimaan negaranya atas kesepakatan gencatan senjata tidak akan resmi sampai disetujui oleh kabinet keamanan dan pemerintah negaranya. Di mana pemungutan suara dijadwalkan pada hari ini, Kamis (16/1).

Kesepakatan itu diharapkan akan disetujui meskipun ada tentangan dari beberapa garis keras dalam pemerintahan koalisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang mengulangi kecamannya terhadap perjanjian itu pada hari Rabu.

Advertisement

Netanyahu menelepon Biden dan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka dan mengatakan dia akan segera mengunjungi Washington, kata kantornya. Dalam pernyataan media sosial yang mengumumkan gencatan senjata, Hamas menyebut pakta itu "sebuah pencapaian bagi rakyat kami" dan "titik balik".

Berita Terbaru
  • Strategi Kota Tua Lestarikan Budaya Betawi: Manfaatkan Spot Foto dan Konten Viral
  • Cakupan Air Bersih Penajam Paser Utara Diperluas, Targetkan Ribuan Sambungan Baru
  • Gagal ke Piala Asia U18 FIBA 2026, Timnas Basket U18 Indonesia Bidik Peringkat Ketiga
  • DPRD Banjarmasin Matangkan Raperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
  • LPBI PWNU Jatim Latih Relawan Kuasai SIG Pemetaan Bencana, Perkuat Mitigasi di Jawa Timur
  • berita paham
  • gencatan senjata
  • gencatan senjata hamas-israel
  • gencatan senjata israel-palestina
  • genosida di gaza
  • genosida di palestina
  • genosida israel
  • israel hamas gencatan senjata
  • trending
  • viral
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
T
Reporter Tantiya Nimas Nuraini
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.