Punya 15 pacar, Pria ini Blak-blakan Dapat Ratusan Juta Setiap Bulan dari Para Kekasih
Takuya Ikoma berhasil menjadi 'kept man' dengan penghasilan luar biasa mencapai ratusan juta setiap bulan hanya dengan menemani perempuan kaya.
Di era digital saat ini, cerita-cerita menarik mengenai gaya hidup yang tidak biasa semakin mudah diakses oleh publik. Salah satu kisah yang menarik perhatian baru-baru ini adalah tentang seorang pria yang mengklaim memiliki 15 pacar secara bersamaan. Tidak hanya jumlah pacar yang mengejutkan, tetapi juga kenyataan bahwa ia meraih penghasilan yang sangat besar dari hubungan-hubungan tersebut.
Mempunyai 15 pacar tentu bukanlah hal yang sederhana, terutama ketika semua pacar tersebut adalah wanita-wanita kaya dengan harapan yang tinggi. Di balik tampilan glamor ini, terdapat banyak cerita menarik yang menyertainya, mulai dari rutinitas sehari-hari hingga cara pria ini mengatur hubungan dengan berbagai karakter wanita. Ia mengungkapkan bahwa memiliki 15 pacar bukan hanya soal kesenangan, melainkan juga merupakan pekerjaan yang memerlukan komitmen yang besar. Berikut adalah kisah lengkapnya, yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dan SCMP pada Senin (28/4).
Sosok Takuya Ikoma
Takuya Ikoma, seorang pria Jepang berusia 31 tahun, menjadi perbincangan publik setelah membagikan kisah hidupnya sebagai 'pria simpanan' di saluran YouTubenya yang memiliki sekitar 3.000 pengikut. Dalam video tersebut, ia berbagi pengalaman tentang kehidupannya yang dibiayai oleh wanita-wanita kaya, dengan jumlah maksimal mencapai 15 orang pada puncak kariernya. Ikoma menjelaskan menjadi pria simpanan tidak semudah yang dibayangkan oleh banyak orang.
"Semua orang berpikir menjadi 'pria simpanan' berarti memiliki uang dan waktu luang, tetapi mengelola 15 wanita kaya sekaligus bisa menyenangkan, namun juga sangat melelahkan," ungkapnya.
Ia menambahkan pekerjaannya memerlukan persiapan yang matang, seperti merias wajah, menata rambut, dan memilih busana yang sesuai sebelum bertemu klien. Di rumah klien, Ikoma terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari makan dan minum bersama, berbincang-bincang, memberikan dukungan emosional, hingga berperan sebagai pengurus rumah tangga. Tugasnya meliputi mengepel lantai, mencuci piring, membersihkan kamar mandi, termasuk menyikat toilet, serta membersihkan kotoran anjing peliharaan mereka. Menariknya, untuk tiga jam pekerjaan rumah tangga, Ikoma menerima bayaran sebesar 160.000 Yen (sekitar Rp 16 juta).
Dalam wawancara dengan Abema TV pada tahun 2019, ia mengungkapkan pada masa kejayaannya, ia mampu menghasilkan hingga 1 juta Yen (sekitar Rp 100 juta) per bulan dengan melayani 15 wanita kaya, hanya dengan bekerja selama delapan hari dalam sebulan. Pengalaman hidupnya yang unik ini menunjukkan sisi lain dari profesi yang sering kali dipandang sebelah mata.
Sudut pandang para klien
Hubungan antara Ikoma dan klien-kliennya lebih bersifat transaksional dibandingkan dengan emosional. Salah satu kliennya yang berusia 20-an memberikan pandangan menarik mengenai alasannya memilih jasa Ikoma.
"Bagi saya, ini hanya masalah biaya dan manfaat. Saya merasa kencan terlalu melelahkan. Dia sangat ramah, dan selama saya membayar jasanya, dia memberikan dukungan emosional kepada saya. Saya tidak perlu berinvestasi secara emosional; saya hanya menghabiskan uang untuk menikmati diri saya sendiri," ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan fenomena yang semakin meluas di Jepang, di mana banyak orang mencari bentuk hubungan yang tidak memerlukan komitmen emosional.
Bagi wanita-wanita kaya yang terfokus pada karir, memiliki sosok seperti Ikoma menjadi solusi praktis untuk mendapatkan dukungan emosional serta bantuan dalam urusan rumah tangga tanpa harus terlibat dalam hubungan konvensional yang dianggap menyita waktu dan energi. Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap jasanya, Ikoma mulai lebih selektif dalam memilih klien, dengan memprioritaskan mereka berdasarkan penampilan fisik. Dalam satu kesempatan, seorang wanita kaya menawarkan 1 juta yen per bulan untuk jasa eksklusif, tetapi ia menolak, menekankan pentingnya tetap tersedia untuk semua kliennya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan yang terjalin bersifat transaksional, Ikoma masih memiliki prinsip dan batasan yang jelas. Ia tidak hanya berfokus pada uang, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pribadinya saat berinteraksi dengan klien-kliennya.
Perjalanan Karir yang Unik
Perjalanan Ikoma sebagai seorang pria simpanan dimulai di usia 18 tahun. Dia menyadari kemampuannya dalam menarik perhatian wanita-wanita kaya yang lebih tua. Wanita-wanita ini memberinya perlakuan yang sangat istimewa, termasuk memberikan uang tambahan saat ia menemani mereka berbelanja atau makan di restoran. Penemuan akan 'bakat' tersebut mendorongnya untuk mengambil langkah serius dalam menjalani karir penuh waktu sebagai seorang 'pria simpanan'. Namun, saat pandemi Covid-19 melanda, jumlah kliennya menyusut dari 15 menjadi hanya tujuh orang. Penurunan ini berdampak besar pada penghasilannya dan memaksa Ikoma untuk mencari strategi baru demi menjaga kestabilan finansialnya.
Adaptasi yang ia lakukan menunjukkan meskipun hidupnya terlihat glamor, Ikoma juga berhadapan dengan tantangan bisnis yang nyata, sama seperti para profesional lainnya. Untuk mengatasi tantangan tersebut, ia memutuskan untuk meluncurkan kanal YouTube yang bertujuan untuk berbagi wawasan dan cerita pribadinya mengenai gaya hidup sebagai 'pria simpanan'.
Selain itu, ia juga memiliki rencana untuk memperkenalkan "Kursus Pelatihan Pria Simpanan" yang akan membagikan keahliannya kepada pria muda yang ingin mengikuti jejaknya. Langkah ini mencerminkan jiwa kewirausahaan Ikoma yang berusaha untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya.
Meskipun karirnya menuai kontroversi, Ikoma tetap dengan bangga membela pilihannya yang tidak konvensional.
"Saya tidak akan pernah bisa memegang pekerjaan tradisional; itu tidak mungkin bagi saya. Wanita kaya semuanya berbakat dan cantik, dan suara mereka mempesona. Saya sangat senang didukung oleh mereka. Bagi saya, memberikan kebahagiaan kepada wanita kaya adalah usaha yang paling memuaskan! Hidup dari wanita kaya -- inilah karir yang saya cita-citakan!" Pernyataan ini menunjukkan komitmennya terhadap profesinya dan bagaimana ia menemukan kepuasan dalam menjalani kehidupannya.