PM Israel Benjamin Netanyahu Terkena Kanker
Tumor kecil tersebut ditemukan saat pemeriksaan rutin, sebagaimana disampaikan dalam laporan medis tahunan yang dipublikasikan pada Jumat.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengakui telah menjalani perawatan kanker prostat stadium awal secara sukses. Tumor kecil tersebut ditemukan saat pemeriksaan rutin, sebagaimana disampaikan dalam laporan medis tahunan yang dipublikasikan pada Jumat.
Informasi ini sebelumnya tidak diumumkan ke publik. Netanyahu menjelaskan bahwa dokter menemukan dan langsung menangani tumor tersebut dalam rangkaian pemeriksaan kesehatan berkala.
“Saya meminta agar penerbitannya ditunda selama dua bulan agar tidak dirilis di tengah puncak perang melawan Iran,” kata pemimpin Israel berusia 76 tahun itu yang diklaimnya untuk mencegah “lebih banyak propaganda palsu terhadap Israel”. Demikian dikutip dari Aljazeera, Sabtu (25/4/2026).
Riwayat Kesehatan dan Penanganan Medis
Netanyahu juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalani operasi pembesaran prostat jinak pada 2024. Sejak saat itu, ia berada dalam pemantauan medis rutin yang akhirnya mengarah pada ditemukannya tumor pada pemeriksaan terakhir.
Berdasarkan laporan medis, kondisi Netanyahu saat ini dinyatakan baik. Ia disebut telah menjalani terapi radiasi untuk menangani kanker prostat stadium awal, meski waktu pasti pelaksanaan perawatan tersebut tidak diungkapkan secara rinci.
Direktur unit onkologi Rumah Sakit Hadassah, Aharon Popovtser, menyatakan bahwa diagnosis dilakukan pada tahap awal—kondisi yang umum terjadi pada pria seusia Netanyahu.
“Berdasarkan hasil tes ini, kita dapat mengatakan bahwa penyakit tersebut telah hilang,” katanya, merujuk pada pemeriksaan pencitraan dan tes darah.
Isu Kesehatan dan Spekulasi Publik
Sebagai perdana menteri Israel dengan masa jabatan terlama, Netanyahu sempat menjadi sorotan terkait kondisi kesehatannya, terutama pada pekan-pekan awal serangan AS-Israel terhadap Iran. Saat itu, beredar luas gambar palsu hasil kecerdasan buatan alias AI yang mengklaim dirinya telah meninggal, termasuk di media pemerintah Iran.
Untuk meredam spekulasi tersebut, Netanyahu sempat merekam video saat mengunjungi sebuah kafe di Yerusalem pada Maret lalu, guna membantah kabar yang beredar.