Penampakan 2 Tentara Israel yang Disandera Hamas Ungkap Penderitaannya Akibat Kekejaman Israel di Gaza
Kesaksian tentara Israel yang disandera Hamas minta pemerintah ungkap kebenaran.
Dua tentara Israel yang menjadi tahanan di Gaza blak-blakan mengungkap kondisi sebenarnya yang mereka rasakan. Hal tersebut seperti terlihat dari postingan di akun X @osSWSso.
Sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, menyebarkan klip video dua tentara dari pasukan pendudukan yang ditawan di Jalur Gaza. Mereka menyerukan pemerintah Israel untuk berhenti membungkam para tahanan yang dibebaskan untuk mengungkapkan pendapatnya.
Dua tahanan bernama Alkana Bouhbut dan Youssef Haim Ohana, mengatakan, "Kami, para tahanan di Gaza, ingin memberi tahu Anda tentang situasi kami. Kami ingin Anda tahu bahwa Hamas tidak meminta kami mengatakan hal itu, dan bahwa klip video ini tidak ditujukan untuk perang psikologis," ungkapnya dalam video.
Mereka menceritakan, situasi sulit yang dirasakan selama Israel menutup perbatasan sebelum kesepakatan gencatan senjata. Dibatasinya akses bantuan yang masuk ke wilayah Gaza otomatis membuat para tahanan juga ikut mengalami kekurangan makanan dan pasokan obat-obatan.
"Ketika gencatan senjata disepakati dan perbatasan dibuka dan bantuan kemanusiaan masuk, pejuang Hamas memastikan memenuhi kebutuhan kami. Tidak hanya memberi makanan, tapi memastikan kami mendapat dengan baik," ungkap salah satu tahanan.
Tak lama setelah kesepakatan gencatan senjata, Israel justru kembali melakukan serangan ke Palestina. Hal tersebut ternyata membuat tahanan dalam video itu marah. Karena serangan tersebut dinilai dilakukan tanpa benar-benar memikirkan keselamatan para sandera.
"Lalu pada tanggl 18 Maret pemerintah Israel memutuskan kembali untuk melakukan serangan udara ke Gaza. Serangan itu bisa saja membunuh kami. Kami tahu mereka memberitahu kalian bahwa mereka akan membebaskan kami," kata tahanan Israel.
"Tapi serangan yang dilakukan seperti apa yang terjadi kemarin adalah hal yang paling membuatku dekat dengan kematian. Sekarang setelah serangan dan perbatasan kembali ditutup makanan mulai menipis dan situasi kembali sulit," tambahnya.
Dengan suara bergetar, dua tahanan asal Israel itu meminta pemerintahnya untuk berhenti membungkam mantan sandera yang saat ini telah dibebaskan. Mereka juga meminta agar peperangan segera diakhiri karena kondisi tersebut juga memgancam para sandera.
"Pemerintah cukup membungkam suara kami, cukup, cukup, cukup. Tahanan yang dulu bersama kami dan sekarang bebas berikan mereka kesempatan untuk berbicara dan menyampaikan opini mereka. Biarkan mereka berbicara dan kebenaran terungkap," teriak tahanan dalam video.
Dilansir Reuters, Rabu 26/3/2025), militer Israel kembali melanjutkan operasinya di Gaza sejak minggu lalu. Israel mendesak warga Palestina untuk evakuasi diri dari Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan baru itu bertujuan untuk menekan Hamas agar membebaskan 59 sandera. Namun pada kenyataannya, serangan Israel itu justru menewaskan ratusan warga sipil, bahkan kebanyakan di antaranya wanita dan anak-anak.
Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi akibat serangan brutal Israel. Di Gaza, warga Palestina kekurangan makanan dan air yang semakin parah karena Israel menyetop pengiriman bantuan.