LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Pemuda ini Bantu Kakeknya Bertani Sampai Tak Sempat Belajar, Saat Dewasa Sosoknya jadi Jenderal TNI Dikenal Jujur

Seorang pemuda rela tidak belajar demi membantu kakeknya bertani, ketika dewasa ia menjadi Jenderal TNI yang dikenal sangat jujur.

Minggu, 08 Okt 2023 07:56:00
trending
Pemuda ini Bantu Kakeknya Bertani Sampai Tak Sempat Belajar, Saat Dewasa Sosoknya jadi Jenderal TNI Dikenal Jujur (merdeka.com)
Advertisement

Seorang pemuda rela tidak belajar demi membantu kakeknya bertani, ketika dewasa ia menjadi Jenderal TNI yang dikenal sangat jujur.

Pemuda ini Bantu Kakeknya Bertani Sampai Tak Sempat Belajar, Saat Dewasa Sosoknya jadi Jenderal TNI Dikenal Jujur

Keteladanan seorang anggota TNI dari dulu sampai sekarang masih menorehkan tinta emas dalam perjuangan menjadi seorang abdi negara.

Sebagian besar dari mereka mesti melalui perjalanan panjang dan penuh perjuangan untuk menggapai cita-citanya.

Perjuangan dan perjalanan yang tidak mudah itu akan terbayarkan dengan kesuksesan yang tidak bisa dibayar dengan materi apapun.

Terlebih, perjuangan yang dilakukan betul-betul dimulai dari bawah, seperti pernah membantu sang kakek bertani sampai tak sempat belajar.

Saat dewasa, buah manis pun dipetik, pangkat bintang empat di pundak pun bersarang. Ini merupakan pencapaian yang tidak sembarangan. Siapakah sosok tersebut dan bagaimana kisahnya? Simak ulasannya sebagai berikut.

Advertisement

Mantan Kasad Pernah Bantu Kakek Bertani

Jenderal TNI (Purn) Mulyono bukanlah orang sembarangan. Ia adalah Jenderal TNI bintang 4 yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Gatot Nurmantyo pada tahun 2015.

Selama kecil, Jenderal Mulyono lahir di Boyolali, Jawa Tengah. Saat kecil, ia bukan terlahir dari keluarga yang berada. Sehingga, ia harus berjuang untuk hidup dan melakukan apa saja demi bisa menyantap sesuap nasi.

Advertisement

Bahkan,  Jenderal Mulyono pernah membantu sang kakek untuk bertani sepulang sekolah saat teman-teman sebayanya bermain.

Mulyono memilih untuk bertani dan memperjuangan hidupnya sendiri agar tidak ketinggalan dengan teman-temanya yang sudah lahir di keluarga berada.

Kondisi tersebut dirasakan Mulyono sampai ia duduk di bangku SMP. Masa itu, Mulyono juga berada di kondisi yang memprihatinkan namun baginya pendidikan adalah hal yang penting. Ia melanjutkan sekolah sampai SMA di SMA Negeri 1 Boyolali.

Kini Sukses jadi Jenderal Bintang 4

Mulyono mengawali karier menjadi seorang anggota TNI dan lulus dari Akabri tahun 1983. Selepas lulus dari Akabri, Mulyono kemudian berdinas di Yonif/Wiratama, Korem 131/Santiago, Kodam VII/Wirabuana sebagai Komandan Pleton.

Pada tahun 2006, Mulyono kemudian mendapatkan jabatan sebagai Asisten Operasi Kaskostrad. Tiga tahun setelahnya, pada tahun 2009, Mulyono diberi kepercayaan untuk menjadi Komandan Resimen Taruna Akademi Militer di Magelang.

Puncaknya pada 15 Juli 2015 sampai 22 November 2018, Mulyono diberi amanah untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan KSAD sebelumnya yaitu Gatot Nurmantyo.

Dikenal sebagai Sosok yang Jujur

Mengutip dari laman kemhan.go.id, Mulyono adalah seorang jenderal TNI yang dikenal sangat jujur. Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacucu yang menuturkan bahwa karakter jujur itulah yang menjadi modal berharga untuk merevolusi mental seluruh jajaran TNI AD.

“Saya lihat dia orang yang jujur. Orang lurus dia. Revolusi mental ya seperti itu. Yang penting lurus dulu, pintar nomor dua. Pintar tapi kalau enggak lurus percuma saja,” ujar Ryamizard, Rabu (15/7), yang dikutip dari laman kemhan.go.id.

Advertisement

Dalam catatan Dinas Penerangan TNI AD, Mulyono pernah menjalani beberapa operasi seperti operasi Irian Jaya pada tahun 1984 dan operasi Seroja di Timor Timur pada tahun 1987, 1988, dan 1992.

Berita Terbaru
  • Takziah ke Rumah Jemaah Maros yang Wafat di Tanah Suci, Menhaj: Bentuk Penghormatan Terakhir
  • Petani Papua Dukung Program Cetak Sawah Rakyat untuk Penuhi Kebutuhan Pangan
  • ICRC Peringatkan: Ribuan Jenazah di Gaza Terancam Tak Teridentifikasi Permanen
  • Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Utara Indonesia: Pariwisata, Perdagangan, dan Jasa Jadi Prioritas
  • Inisiatif Penghematan Energi Jakarta Sukses Pangkas 60 Ton Emisi Karbon dalam Satu Jam
  • trending
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamammad Farih Fanani
M
Reporter Muhammad Farih Fanani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.