Masa Lalu Kelam Haji Isam Pengusaha Besar Tambang Kalimantan Dibongkar Eks Wapres Jusuf Kalla, Ungkit Cuma Lulusan SMP
Eks Wapres Jusuf Kalla beberkan masa lalu saudagar kaya raya Haji Isam.
Eks Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membongkar masa lalu sosok saudagar kaya raya Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam saat memberikan sambutan di acara wisuda mahasiswa Universitas Hasanuddin, Selasa 3 Juni 2025 kemarin.
Di hadapan ratusan mahasiswa, tokoh yang akrab disapa JK itu menyebut jika Haji Isam hanyalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, sosoknya sangat inspiratif karena dia berhasil membangun bisnisnya hingga menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.
"Haji Isam yang terkenal asalnya adalah orang Bone yang (sekarang) di Kalimantan. Dia mulai dari sopir truk, dia tamatan SMP," kata JK dikutip dari Youtube MerdekaDotCom (4/6).
JK mengatakan, Haji Isam menjadi salah satu contoh orang yang bisa sukses meski tidak memiliki pendidikan tinggi. Menurutnya, skill dan kemampuan bekerja yang dimiliki Haji Isam lah yang harus dicontoh oleh para anak-anak muda zaman sekarang.
Kekayaan Haji Isam Capai Rp10 Triliun
Beberapa orang mungkin tidak asing ketika mendengar nama Haji Isam. Dia dikenal sebagai bos tambang kaya raya dari Kalimantan Selatan. Selain tambang, Haji Isam juga memiliki banyak bisnis di berbagai sektor. Mulai dari batu bara, penerbangan, dan biodiesel.
Berapa sebenarnya kekayaan Haji Isam? Pertanyaan mengenai hal ini masih menjadi teka-teki. Beberapa sumber memperkirakan kekayaannya mencapai angka yang sangat fantastis, yaitu Rp10 triliun.
Perhitungan ini didasarkan pada besarnya zakat maal yang ia bayarkan, yang mencapai Rp250 miliar. Jika zakat maal tersebut merupakan 2,5% dari total kekayaannya, maka total kekayaan Haji Isam diperkirakan mencapai Rp 10 triliun (Rp 250 miliar / 0.025 = Rp 10 triliun).
Karena sepak terjangnya, Presiden Prabowo Subianto disebut secara khusus memberikan mandat kepada Haji Isam untuk memimpin proyek pengembangan lahan pertanian seluas 1 juta hektare di Merauke, Papua Selatan.
Pada Oktober tahun 2024 lalu, Isam diketahui memesan 2.000 unit ekskavator untuk mendukung keberhasilan proyek ini. Pembangunan ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung program cetak sawah sejuta hektar, tetapi juga diharapkan dapat mengatasi masalah isolasi di beberapa daerah di Merauke.