Kisah Legenda Timnas Prancis, Usai Pensiun Main Bola Kini Jadi Tentara Pasukan Elite
Berikut kisah legenda Timnas Prancis yang kini jadi tentara pasukan elite usai pensiun main bola.
Setiap orang tentu memiliki jalan cerita masing-masing. Seperti legenda Timnas Prancis satu ini. Ia dikenal menjadi seorang pesepak bola top dunia.
Namun kariernya berubah usai pensiun di dunia sepak bola. Siapa sangka, sang legenda memilih untuk menjadi seorang tentara.
Tidak tanggung-tanggung, Ia bergabung dengan pasukan tentara elite. Lantas bagaimana kisah legenda Timnas Prancis yang kini jadi tentara pasukan elite usai pensiun main bola?
Melansir dari berbagai sumber, Senin (27/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Gabung Militer Asal Tanah Kelahiran
Lama tak terdengar kabarnya, Florent Malouda memberikan kabar yang mengejutkan. Legenda Timnas Prancis ini tak disangka kini banting setir meninggalkan dunia sepak bola.
Menariknya, sosok yang sempat menjadi andalan klub ternama dunia Chelsea di era José Mourinho ini memutuskan untuk menjadi prajurit militer. Tidak tanggung-tanggung, Malouda tergabung dalam pasukan tentara elite.
Kabar ini disampaikannya melalui unggahan pada akun Instagram resmi Legion Etranger dalam akun 3e_rei pada Kamis (16/1).
"#3REI menyambut warga negaranya @fmalouda sebagai seorang perwira. Setelah karier yang luar biasa dalam sepak bola internasional, ia memiliki hati untuk berbagi dan mewariskan nilai-nilai komitmen kepada pemuda Guyana bersama para anggota Legiuner Rei ke-3," tulisnya.
Dapat Medali Bergengsi
Melansir dari The Sun, Malouda telah bergabung dengan cadangan warga Resimen Infantri Hutan ke-3.
Menurut informasi, unit ini dibentuk oleh pemerintah Perancis sebagai sistem yang memungkinkan warga sipil (sering dikenal di bidangnya) untuk memberikan kontribusi sukarela untuk mempromosikan nilai-nilai dan misi institusi militer, tanpa menjadi personel militer itu sendiri.
Sebagai anggota cadangan warga Resimen Infantri Hutan ke-3, Malouda membaktikan dirinya dalam kehidupan militer. Mulai dari berpartisipasi dalam ekspedisi sungai, pembangunan tenda hingga kursus rintangan sambil membimbing rekrutan muda dan berbagi pelajaran hidupnya.
Dedikasi Malouda terhadap program ini pun telah diakui dengan pemberian medali bergengsi.
"Saat melewati Amazon di wilayah asal saya, saya dapat mengikuti inisiasi selama kursus Otoritas CEFE REI ke-3 di Pusat Pelatihan Hutan Khatulistiwa," tulis Malouda dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
"Terima kasih kepada @3e_rei atas momen kohesi ini dan atas nilai-nilai semangat tim dalam menghadapi kesulitan. Ini adalah nilai-nilai penting dalam olahraga tingkat tinggi," tambahnya.
Dinaturalisasi Guyana Perancis
Florent Malouda telah mengoleksi 80 caps bersama Timnas Perancis. Selama membela Les Bleus sejak tahun 2004 hingga tahun 2012, Malouda tercatat telah mencetak 9 gol.
Meski dikenal sebagai legenda Perancis, Malouda sejatinya berasal dari Guyana Perancis. Dirinya pindah dari kota kelahirannya di Cayenne, Guyana Perancis ke Paris ketika remaja.
Meski sempat berkiprah di Prancis, Ia nyatanya masih menyimpan memori tempat kelahirannya seperti yang diilustrasikan dalam postingan Instagram terbarunya.
Setelah pensiun dari Timnas Perancis pada 2012 lalu, Malouda memutuskan kembali ke negara asalnya pada 2017. Ia diizinkan membela Guyana Perancis lantaran bukan menjadi anggota FIFA.
Malouda memulai debutnya pada kejuaraan Gold Cup melawan Honduras di tahun yang sama. Bersama Guyana Prancis, Malouda mencatatkan 4 kali penampilan.