LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Kerahkan Armada Tempur, Filipina Tantang dan Usir Kapal China

Pihak berwenang di Filipina mengungkapkan bahwa terdapat empat kapal asal China yang telah memasuki perairan mereka tanpa izin.

Senin, 04 Mei 2026 15:53:00
filipina
Militer Filipina dan China kembali memanas di Laut China Selatan. (merdeka.com)
Advertisement

Filipina mengumumkan pada Minggu, 3 Mei 2026, akan mengerahkan pesawat dan kapal untuk mengusir armada China yang melakukan penelitian ilmiah kelautan secara ilegal. Keputusan ini diambil setelah Penjaga Pantai Filipina mendeteksi adanya empat kapal penelitian milik China yang beroperasi di sekitar perairan Filipina, seperti yang dilaporkan oleh harian berbahasa Inggris setempat, Philstar.

"Kami tidak akan mentolerir penelitian ilmiah kelautan ilegal apa pun yang dilakukan tanpa persetujuan pemerintah kami," ujar Komandan Penjaga Pantai Filipina, Laksamana Ronnie Gil Gavan, sebagaimana dikutip dari Antara News, Senin, 4 Mei 2026.

"Kami mengerahkan pesawat dan kapal untuk menantang dan mengusir kapal-kapal tidak berizin ini demi melindungi kedaulatan dan hak kedaulatan Filipina," tambahnya.

5 Awak Kapal Filipina juga Dilaporkan Secara Ilegal Mendarat di China

Kantor berita milik negara China, Xinhua, juga melaporkan pada hari yang sama bahwa "lima awak kapal Filipina secara ilegal mendarat di Tiexian Jiao di Nansha Qundao China, mengabaikan peringatan dan upaya pencegahan berulang dari pihak China."

Advertisement
Advertisement

Beijing merujuk kepada Kepulauan Spratly yang diklaim Filipina di Laut China Selatan sebagai Nansha Qundao. Petugas penegak hukum Penjaga Pantai China "mengidentifikasi para penyusup dan menangani insiden tersebut sesuai dengan hukum, secara efektif melindungi kedaulatan teritorial dan hak serta kepentingan maritim China," ungkap pernyataan tersebut.

Berita Terbaru
  • Melihat Budidaya Unta Pertama Di Mojokerto Jawa Timur, Harga per-Ekornya Fantastis
  • Pemprov Banten Percepat Sertifikasi Wakaf 6.000 Masjid dan Musala Demi Kepastian Hukum
  • Akal Bulus Bandar Narkoba Lolos Pemeriksaan di 2 Bandara, Simpan 1,45 Kg Sabu di Sabuk Selundupkan Masuk Makassar
  • Waspada Begal Bersajam di Semarang, Pemotor Luka-Luka Usai Ditendang Pelaku
  • 997 Calon Haji Situbondo Diberangkatkan ke Asrama Haji Surabaya dalam Empat Kloter
  • berita update
  • china
  • filipina
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
T
Reporter Tim Global, Teddy Tri Setio Berty
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.