Gara-Gara Harga Minyak Dunia Melambung Tinggi, Ekspor Mobil Listrik dari China Melonjak
Kenaikan harga minyak global mulai memengaruhi pilihan konsumen di seluruh dunia untuk beralih ke kendaraan listrik.
Lonjakan harga minyak dunia mulai mengubah preferensi konsumen global terhadap kendaraan listrik. Hal ini berdampak signifikan terhadap ekspor kendaraan energi baru (NEV) dari Tiongkok yang mengalami peningkatan drastis. Menurut data dari China Passenger Car Association (CPCA), pengiriman NEV ke luar negeri mencapai 349.000 unit pada Maret 2026, meningkat 139,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Seperti yang disampaikan oleh Carnewschina, kenaikan ini disebabkan oleh gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz, yang menyebabkan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai wilayah melonjak. Kondisi ini berfungsi sebagai katalis yang kuat bagi pertumbuhan kendaraan listrik.
Riset dari Deloitte menunjukkan bahwa kenaikan harga bensin sebesar USD 1 per galon dapat meningkatkan penjualan kendaraan listrik sekitar 6 persen. Permintaan dari pasar internasional juga semakin menguat, terlihat dari kinerja beberapa produsen otomotif China.
BYD, misalnya, mencatat penjualan 120.000 unit NEV di pasar ekspor pada bulan Maret, tumbuh 65,2 persen secara tahunan. Di sisi lain, Geely melaporkan total penjualan luar negeri sebesar 81.000 unit, yang menunjukkan kenaikan 120 persen dibandingkan tahun lalu.
Terutama untuk kendaraan listrik, Geely mengalami lonjakan yang signifikan, dengan ekspor NEV mencapai 51.000 unit, melonjak hingga 479 persen secara year-on-year. Angka ini mencerminkan agresivitas Geely dalam memperluas pasar global untuk kendaraan elektrifikasi.
Performa Merek Baru
Selain para pemain besar, merek-merek baru juga menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Leapmotor berhasil mengekspor 16.000 unit pada bulan Maret, yang mencerminkan kenaikan sebesar 77,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, GAC Aion mencatatkan ekspor sebanyak 11.000 unit, meningkat hingga 175 persen.
Tren ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa lonjakan harga energi global telah menjadi momentum yang signifikan bagi industri kendaraan listrik di China untuk memperluas penetrasinya di pasar internasional.
Dengan adanya kombinasi harga yang kompetitif dan kapasitas produksi yang besar, para produsen otomotif dari Negeri Tirai Bambu semakin memperkuat posisi mereka di pasar global untuk kendaraan ramah lingkungan.