LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Fakta Baru Terungkap, Ternyata Israel Siksa Keji Tawanan Palestina Sebelum Dibebaskan

Berikut fakta yang baru terungkap bahwa tentara Israel siksa keji tawanan Palestina sebelum dibebaskan.

Selasa, 04 Feb 2025 11:51:00
gencatan senjata
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok. AFP) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Kelompok Palestina Hamas dan Israel telah menyepakati gencatan senjata. Dalam isi perjanjian tersebut, keduanya akan membebaskan para tawanan masing-masing.

Sejak dimulainya gencatan senjata, sejumlah tawanan pun telah dibebaskan. Baik itu dari Hamas maupun militer Israel.

Akan tetapi siapa sangka, militer Israel sempat menyiksa para tawanan Palestina sebelum mereka dibebaskan. Fakta ini pun baru saja terungkap di tengah pembebasan tawanan di kedua belah pihak.

Lantas bagaimana informasi selengkapnya? Melansir dari Middle East Eye, Selasa (4/2), simak ulasan informasinya berikut ini.

Advertisement

Israel Siksa Keji Tawanan Palestina Sebelum Dibebaskan

Israeli forces are pressing on with a campaign across the West Bank city of Jenin described as a counterterrorism operation. Palestinian witnesses said several houses have been raided and 10 people killed. © 2025 merdeka.com

Menurut kelompok yang menangani urusan tahanan Palestina, militer Israel sempat menjadikan para tahanan sebagai sasaran pemukulan. Tak hanya pemukulan saja, militer Israel juga melakukan penghinaan yang kejam kepada tahanan Palestina sebelum mereka dibebaskan.

"Mayoritas warga Palestina yang dibebaskan dari penjara yang dikelola Israel sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata Gaza menjadi sasaran penyiksaan sistematis beberapa hari sebelum mereka dibebaskan," ujar Abdullah al-Zaghari, ketua Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (2/2).

Advertisement

Dalam beberapa laporan terbaru mereka, kelompok pemantau sudah mencatat bentuk-bentuk penyiksaan dan pelecehan yang dilakukan oleh militer Israel. Mirisnya, tercatat militer Israel juga membakar tahanan Palestina dengan air mendidih dan mengencingi mereka. 

Desak Tanggung Jawab dari Palang Merah & Pihak Terkait

Terungkap Kondisi Miris Tahanan Palestina usai Dibebaskan Israel, Tubuh Kurus dan Penuh Kudis. ©HAZEM BADER/AFP

Lebih lanjut, Zaghari mengatakan bahwa itu merupakan upaya Israel untuk membalas dendam terhadap mereka. Ia pun mendesak para mediator perjanjian gencatan senjata, tim Palang Merah dan pemain kunci lainnya untuk menjamin keselamatan serta martabat mereka yang dibebaskan sambil menekan Israel untuk berhenti melakukan penyiksaan.

"Palang Merah harus memikul tanggung jawab untuk merawat para tahanan yang dibebaskan dan martabat mereka sampai mereka mencapai tempat tinggal mereka, sama seperti mereka memastikan kedatangan tahanan Israel yang dibebaskan dari Jalur Gaza," ujar Zaghari.

"Ada kesaksian mengerikan tentang para tahanan yang dipukuli dengan kejam sebelum dan sesudah mereka dibebaskan dari penjara, terutama tahanan yang dibebaskan ke Jalur Gaza," tambah Zaghari sembari mencatat bahwa sebagian besar tahanan menderita penyakit. Termasuk kudis yang disebabkan oleh kemiskinan, kondisi di mana mereka ditahan.

"[Ini] bukti mentalitas pendudukan yang mencoba menghancurkan citra tahanan Palestina dan mendistorsinya di depan rakyatnya," lanjutnya.

Sementara itu, Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan melaporkan bahwa sebagian besar tahanan di penjara yang dikelola Israel menderita kelelahan, penurunan berat badan dan kekurusan.

"Ada tahanan yang pingsan dan tidak ada dokter atau perawat yang datang untuk memeriksa mereka dan memindahkan mereka ke klinik," ujarnya.

Penyiksaan di tahanan Israel

Terungkap Kondisi Miris Tahanan Palestina usai Dibebaskan Israel, Tubuh Kurus dan Penuh Kudis. ©HAZEM BADER/AFP

Pada awal Agustus tahun lalu, kelompok Hak Asasi Manusia Israel B'Tselem menuduh pemerintah Israel secara sistematis menganiaya warga Palestina di kamp-kamp penyiksaan. Selain itu, pihaknya uga menuduh pemerintah Israel telah menjadikan para tahanan Palestina sebagai sasaran kekerasan berat dan pelecehan seksual.

Laporannya, berjudul 'Selamat Datang di Neraka', didasarkan pada 55 kesaksian mantan tahanan dari Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur, dan warga Israel. Mayoritas dari tahanan ini ditahan tanpa diadili.

Penyiksaan tercatat terjadi di fasilitas penahanan sipil dan militer di seluruh Israel. Di mana, mengakibatkan kematian sedikitnya 60 warga Palestina di tahanan Israel dalam waktu kurang dari 10 bulan.

Sifat sistematis dari pelecehan yang terjadi di semua fasilitas penjara ini membuat tidak ada ruang untuk meragukan kebijakan otoritas penjara Israel yang terorganisir. 

Israel Tuduh Tahanan Palestina Sebagai Teroris & Harus Mati

Terungkap Kondisi Miris Tahanan Palestina usai Dibebaskan Israel, Tubuh Kurus dan Penuh Kudis. ©HAZEM BADER/AFP

Sementara itu, penyelidikan yang dilakukan oleh surat kabar Israel Haaretz mengungkapkan bahwa seperempat tahanan Palestina di penjara Israel telah terinfeksi kudis dalam beberapa bulan terakhir.

Temuan yang terkandung dalam laporan tersebut, mengutip dari petugas penjara, merupakan hasil petisi yang diajukan oleh organisasi hak asasi manusia.

Warga Palestina yang ditahan oleh Israel mengatakan bahwa perlakuan terhadap mereka disengaja dan bukan karena kelalaian.

Ketika kami meminta pengobatan, mereka mengatakan kepada kami bahwa kami adalah teroris dan harus mati," ujar salah satu tahanan Palestina di Israel.

Dokter untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa para tahanan tidak diberi mesin cuci di tahanan. Mereka juga bahkan tidak diberi pakaian yang cukup.

Seorang peneliti di Pusat Studi Tahanan Palestina, Ameena Altaweel, mengatakan bahwa lembaga-lembaga hak asasi manusia Palestina terus-menerus meningkatkan kewaspadaan tentang penyakit di penjara.

Lebih lanjut, Ia mengatakan kepadatan yang berlebihan adalah alasan utama penyebaran penyakit dan tindakan Israel yang menurutnya sengaja dilakukan untuk menimbulkan penderitaan. Seperti tidak mengisolasi tahanan ketika infeksi terdeteksi dan tidak memberikan pengobatan.

Saat ini terdapat lebih dari 10.400 warga Palestina yang dipenjara, dan setidaknya 3.376 orang ditahan dalam penahanan administratif.

Kesaksian Sandera Israel-AS Atas Perlakuan Hamas

Warga Israel-AS yang Disandera di Gaza Blak-blakan Ungkap Perlakuan Hamas Instagram trtworld

Hal sebaliknya justru dilakukan oleh Kelompok Pejuang Palestina, Hamas. Alih-alih menyiksa, Hamas justru memberikan perlakuan yang sangat baik kepada para tahanan.

Terlihat saat para tahanan tampak sehat dan segar bugar ketika dibebaskan oleh Hamas. Tak hanya itu saja, Hamas juga terlihat begitu memerhatikan para tahanan.

Rupanya perlakuan Hamas yang sangat baik ini bukan hanya terjadi saat penyerahan tahanan saja. Hamas ternyata juga begitu baik kepada para tahanan selama ditahan.

Seorang pria berkewarganegaraan ganda Israel-Amerika Serikat yang dibebaskan Hamas blak-blakan menungkapkan perlakuan Hamas selama 15 bulan terakhir terhadap para tawanan.

"Halo, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan, saya sedang duduk di tepi laut dekat pelabuhan Gaza. Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Brigade Al-Qassam atas segalanya," ujar Keith Siegel, seperti dilansir dari akun Instagram trtworld.

"Anda sangat baik kepada kami selama 15 bulan terakhir di rumah. Aku ingin mendoakan yang terbaik untuk pemuda yang bersamaku, Insya Allah semoga kalian semua baik-baik saja," tutupnya.

Tentara Wanita Israel yang Dibebaskan Beberkan Kebaikan Hamas

4 tentara wanita israel @QudsNen

Sebelumnya, kesaksian mengenai perlakukan baik Hamas terhadap para tahanan pun telah diungkapkan oleh 4 tentara wanita Israel. Keempat tentara wanita Israel ini sendiri telah dibebaskan oleh Hamas pada akhir Januari.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial X @QudsNen, keempat wanita tersebut bernama Karina Ariev, Daniella Gilboa, Naama Levy dan Liri Albag. Mereka diarak untuk naik ke atas podium dan tampak sangat sehat, bahagia dan dengan kondisi fisik yang masih sangat cantik.

Siapa sangka, para tentara wanita Israel ini mengucapkan terima kasih yang sangat dalam kepada Brigade Al-Qassam karena telah memperlakukan mereka dengan baik selama disandera.

Selama disandera, mereka mengaku anggota Al-Qassam merawat mereka dengan baik, memberi makanan, minuman dan pakaian yang layak. Selain itu, mereka juga sangat dilindungi dari kejahatan sehingga keluar dengan keadaan bahagia.

"Terima kasih kepada Brigade Al-Qassam atas perawatan yang baik. Terima kasih atas makanan, minuman, dan pakaian. Terima kasih kepada para pemuda yang melindungi kami dari penembakan. Semoga hari ini menjadi hari yang bahagia, dan semoga kita semua dalam keadaan baik," ucapnya.

Advertisement

Rekaman ucapan terima kasih ini dirilis oleh Brigade Al-Qassam pada penyerahan gelombang kedua tahanan Israel kepada Komite Palang Merah Internasional sebagai pertukaran tahanan dengan pendudukan Israel.

Berita Terbaru
  • Ekosistem Ultra Mikro BRI Group Dorong Kinerja PNM Melesat Signifikan
  • Rekomendasi Model Rumah Minimalis 1 Lantai untuk Keluarga Muda dengan Budget Rp100 Jutaan, Wujudkan Hunian Idaman
  • Dari Kartini untuk Bumi: BRI Berdayakan Perempuan Lewat Urban Farming Program BRInita
  • Kabar Terbaru Kasus Dugaan Suap Ketua Ombudsman Hery Susanto, Kejagung Cecar Belasan Saksi
  • Update Kasus Penikaman Nus Kei, Polisi Kirim SPDP ke kejaksaan
  • berita paham
  • gencatan senjata
  • gencatan senjata gaza
  • gencatan senjata hamas-israel
  • gencatan senjata israel-hamas
  • gencatan senjata israel-palestina
  • genosida di gaza
  • genosida di palestina
  • israel
  • trending
  • viral
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
T
Reporter Tantiya Nimas Nuraini
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.