LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Di Negara ini Bulan Puasa Tanpa Malam, Ternyata Begini Alasannya

Fenomena unik di salah satu negara Eropa yang memiliki waktu siang dan malam sama-sama 24 jam.

Rabu, 12 Mar 2025 10:02:33
ramadan
Di Negara Ini Bulan Puasa Tanpa Malam, Ternyata Begini Alasannya (YouTube @Pemimpi07)
Advertisement

Seorang konten kreator memperlihatkan kesehariannya selama berpuasa di salah satu negara Eropa. Dalam video yang diunggahnya di kanal YouTube pribadinya, sang konten kreator memperlihatkan suasana negara tersebut saat bulan Ramadan.

Berbeda dengan di Indonesia, dirinya menceritakan keunikan negara tersebut yang memiliki waktu maghrib tanpa melewati malam. Alhasil ia harus berbuka puasa dengan kondisi langit yang masih cerah.

Lantas seperti apa momen selengkapnya? Dilansir dari YouTube Pemimpi07, Rabu (12/3) simak informasi berikut ini.

Di Negara Ini Bulan Puasa Tanpa Malam, Ternyata Begini Alasannya YouTube @Pemimpi07

Fenomena Puasa Tanpa Malam

Konten kreator tersebut diketahui menetap di negara Swedia. Sebagai salah satu negara di Skandinavia, Swedia memiliki iklim yang unik dan menjadi tantangan bagi umat Islam yang tinggal di sana.

Advertisement

Menurut informasi, Swedia memiliki fenomena siang dan malam selama 24 jam.

"Selamat datang di Swedia di mana kamu dapat menemukan fenomena siang 24 jam dan juga malam 24 jam," ucap sang konten kreator.

Advertisement

Meski harus menghadapi iklim yang berbeda, ia tetap melaksanakan puasa dengan khusyuk dan menghabiskan waktu menjelang berbuka dengan menikmati pemandangan indah di kota.

Sebagai salah satu negara yang dikenal memiliki tata kota yang rapi, Swedia memiliki banyak taman yang dapat dinikmati oleh warganya di berbagai situasi.

Berbagai fasilitas pun dapat dimanfaatkan seperti kursi hingga meja. Taman di Swedia juga terbilang estetik, terbukti dengan dibuatkannya ornamen unik berupa patung yang jarang dijumpai di Indonesia.

"Di tengah perjalanan saya menemukan patung batu unik mirip dinosaurus leher panjang brachiosaurus," ucapnya.

Di Negara Ini Bulan Puasa Tanpa Malam, Ternyata Begini Alasannya YouTube @Pemimpi07

Alasan Siang dan Malam 24 Jam

Sang konten kreator memberikan penjelasan terkait fenomena waktu siang dan malam yang sama-sama memiliki durasi waktu 24 jam. Menurut informasi, waktu tersebut dibedakan dari musimnya masing-masing.

"Teman-teman terkait siang 24 jam dan malam 24 jam di Swedia itu tidak selamanya. Malam 24 jam terjadi di puncak musim dingin, sedangkan siang 24 jam terjadi di puncak musim panas. Lamanya siang dan malam di Swedia itu selalu berubah signifikan," kata konten kreator.

Menurutnya perubahan waktu di Swedia bisa terjadi secara ekstrem dan tidak cuma berbeda menit atau jam saja.

"Tidak seperti di Indonesia tiap hari paling cuman beda beberapa menit aja di Swedia bisa sangat drastis perubahannya," sambungnya.

Masjid di Swedia YouTube Pemimpi07

Penampakan Masjid Agung Swedia

Mayoritas masyarakat Swedia beragama Kristen. Namun ada sekitar 8,1% yang memeluk agama Islam.

Hal tersebut membuat pemerintah setempat mendirikan sebuah masjid yang disebut menjadi yang terbesar di Swedia.

"Ada kubah itu Masjid Agung yang ada di Swedia dan menjadi salah satu masjid terbesar di sini," ucapnya.

Swedia juga tidak banyak memiliki bangunan pencakar langit. Alhasil, kubah masjid agung dapat terlihat jelas dari berbagai sudut kota.

"Di sini jarang gedung pencakar langit karena tidak ada kebutuhan mendesak untuk membangunnya pertama dari jumlah penduduk dan kedua dari sisi lingkungan," tandasnya.

Berbeda dengan di Indonesia, di Swedia sangat jarang terdengar suara adzan. Biasanya suara adzan hanya dilakukan di dalam masjid.

"Meskipun dekat masjid di sini tidak ada suara adzan berkumandang, hanya terdengar di dalam masjid saja," tambahnya.

Umat Islam pun harus menyesuaikan dengan kondisi mereka masing-masing saat akan berbuka puasa. Menariknya, saat waktu berbuka puasa, langit di Swedia masih cerah dan terang.

Advertisement

"Ini udah Magrib sih cuma ya masih terang benderang kayak gini," sambungnya.

Berita Terbaru
  • Takziah ke Rumah Jemaah Maros yang Wafat di Tanah Suci, Menhaj: Bentuk Penghormatan Terakhir
  • Petani Papua Dukung Program Cetak Sawah Rakyat untuk Penuhi Kebutuhan Pangan
  • ICRC Peringatkan: Ribuan Jenazah di Gaza Terancam Tak Teridentifikasi Permanen
  • Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Utara Indonesia: Pariwisata, Perdagangan, dan Jasa Jadi Prioritas
  • Inisiatif Penghematan Energi Jakarta Sukses Pangkas 60 Ton Emisi Karbon dalam Satu Jam
  • berita medsos
  • masjid di eropa
  • puasa
  • ramadan
  • swedia
  • trending
  • viral
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
T
Reporter Thomas
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.