Detik-Detik Pakistan Lakukan Serangan Balik, Setelahnya India Langsung Setuju Gencatan Senjata Dibantu Amerika
Momen detik-detik Pakistan lakukan serangan balasan ke India menggunakan rudal.
Pakistan melakukan serangan militer balasan terhadap India yang mereka sebut sebagai bagian dari 'Operasi Bunyan-un-Marsoos' atau 'Tembok Besi', pada 10 Mei 2025.
Langkah ofensif tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggapan terhadap Operasi Sindoor, serangan rudal yang dilakukan India dengan menargetkan sembilan lokasi di Pakistan dan Pakistan Kashmir tiga hari sebelumnya.
Video detik-detik merekam momen saat pasukan militer Pakistan menembakkan rudal-rudal serangan balasan ke India, dibagikan dalam unggahan di Instagram @trtworld. Simak ulasan selengkapnya:
Pakistan Lakukan Serangan Balasan
Dalam video yang dibagikan, terlihat rudal-rudal berkekuatan besar diluncurkan ke wilayah India. Tampak pasukan Pakistan bersorak ketika rudal satu per satu meluncur ke udara.
"Pakistan telah melancarkan aksi militer balasan. Operasi Bunyan-un-Marsoos—terhadap India di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua rival bersenjata nuklir tersebut," tulis keterangan unggahan.
Seorang perekam video terdengar mengucap syukur dan mengaku bahagia bisa melakukan serangan balasan atas apa yang sudah dilakukan India.
"Bismillahirohmanirohim. Hari ini, 10 Mei waktu subuh kami telah memberikan pukulan kuat pada musuh kami. Alhamdulillah," kata perekam video.
Televisi pemerintah Pakistan, PTV, melaporkan bahwa Rudal Al-Fatah, yang dinamai berdasarkan nama anak-anak Pakistan yang tewas akibat serangan India digunakan dalam serangan balasan ini.
India Serang Pakistan
Ketegangan geopolitik antara kedua negara kembali meningkat tajam setelah India melancarkan Operasi Sindoor pada Rabu, (7/5). Serangan rudal yang dilakukan India menargetkan sembilan lokasi di Pakistan dan Pakistan Kashmir.
Tujuh di antaranya diklaim sebagai kamp pelatihan kelompok militan Lashkar-e-Taiba (LeT) dan Jaish-e-Mohammad (JeM), dan disebut India sebagai 'infrastruktur teroris'.
Operasi Sindoor India disebut dilakukan sebagai pembalasan atas serangan oleh orang bersenjata tak dikenal di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir, pada 22 April lalu.
Serangan itu menewaskan 26 orang dan Pakistan dituding India memiliki keterkaitan dengan kelompok itu. Namun, Pakistan menolak tudingan tersebut dan mengusulkan penyelidikan netral dengan pemantauan pihak ketiga.
Namun bukannya setuju melakukan penyelidikan dengan pengawasan pihak ketiga, India justru menyerang Pakistan.
Sepakat Gencatan Senjata
Setelah Pakistan melakukan serangan balasan dan berhasil menghancurkan pabrik rudal serta sejumlah lokasi lainnya di India, negeri Hindu itu akhirnya sepakat gencatan senjata dengan Pakistan. Amerika Serikat sebagai salah satu sekutu India punya andil sebagai mediator.
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara India dan Pakistan telah tercapai pada Sabtu (10/5).
"Setelah perundingan panjang yang dimediasi oleh Amerika Serikat, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa India dan Pakistan telah menyetujui gencatan senjata penuh dan segera," tulis Trump di platform Truth Social miliknya seperti dikutip dari Al Jazeera (11/5).
Trump turut memuji India dan Pakistan karena menurutnya berhasil "menggunakan akal sehat dan kecerdasan hebat" dalam menangani konflik militer yang telah melibatkan jet tempur, rudal, hingga drone ini.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri India Vikram Misri mengonfirmasi gencatan senjata tak lama setelah itu. India dan Pakistan juga dikatakan telah mengaktifkan saluran militer dan hotline setelah kesepakatan tersebut.