Bocah Berseragam SD Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Sragen, Diduga Dibunuh
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka akibat senjata tajam.
Warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, digegerkan oleh penemuan jasad seorang bocah perempuan berinisial B (11) di dalam rumah orang tuanya di RT 23, Dukuh Bromoasri, Desa Kedawung, Kecamatan Jenar, Jumat (5/6) sore.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka akibat senjata tajam. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah dan tergeletak bersimbah darah di dalam rumah.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari langsung memerintahkan penyelidikan mendalam. Polisi juga segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Ditemukan Ibu Kandung Sepulang Kerja
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, korban yang diperkirakan masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar itu pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Dewi, saat pulang bekerja sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam rumah dengan kondisi masih mengenakan seragam sekolah.
"Kalau berkaitan dengan kronologi kejadian itu berkisar pukul 10.00 sampai 10.30 WIB. Namun demikian nanti akan kita dalami termasuk dari hasil penanganan Bidokkes Polda Jateng dalam rangka penanganan jenazah itu," ujar Kapolres Sragen melalui Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudho Praseno.
Polisi Temukan Tanda-Tanda Kekerasan
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan.
Menurut Catur, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur perampokan dalam peristiwa tersebut karena terdapat barang milik korban yang dilaporkan hilang dari lokasi kejadian.
"Ada temuan tanda-tanda kekerasan. Kalau motifnya kemungkinan adanya aksi perampokan. Kami masih melakukan pendalaman materiil. Tetapi memang ada barang milik korban yang hilang dari lokasi kejadian," katanya.
Meski demikian, polisi belum mengungkap jenis maupun jumlah barang yang hilang karena proses pendataan dan penyelidikan masih berlangsung.
Polisi Terapkan Scientific Crime Investigation
Untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh, Polres Sragen menerapkan metode Scientific Crime Investigation (SCI) atau penyelidikan berbasis ilmiah.
Metode tersebut dilakukan guna memastikan seluruh alat bukti yang ditemukan memiliki kekuatan pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Untuk mengusut tuntas kasus ini secara akurat, Polres Sragen menerapkan metode penyelidikan ilmiah atau scientific crime investigation. Kami ingin memastikan semua alat bukti yang dikumpulkan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," katanya.
Empat Saksi Diperiksa, Autopsi Dilakukan
Hingga Jumat malam, penyidik telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Pemeriksaan dan pendalaman keterangan masih terus dilakukan secara intensif di Mapolres Sragen.
Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tragis tersebut.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, jasad B telah dievakuasi ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Satreskrim juga berkoordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jawa Tengah guna melakukan pemeriksaan medis dan autopsi.
Kasatreskrim menegaskan seluruh alat bukti, hasil olah TKP, serta keterangan para saksi akan terus dievaluasi secara berkala. Polisi berjanji menyampaikan perkembangan kasus secara transparan setelah tahapan penyelidikan penting selesai dilakukan.