Bantu Rapikan Gubuk-Gubuk Warga Kolong Tak Layak Huni, Relawan ini Malah Dituding Cari Keuntungan
Momen relawan rapikan gubuk-gubuk kumuh tapi dituduh mencari keuntungan.
Seorang relawan datang ke sebuah pemukiman warga yang tinggal di tempat yang kurang layak. Relawan tersebut membantu merapikan gubuk-gubuk yang tidak layak huni. Relawan tersebut dibantu oleh pejabat setempat seperti lurah, RT, dan RW.
Pak lurah membantu relawan tersebut untuk berbincang langsung dengan warga setempat. Memberi pengertian dan informasi terkait rumah-rumah tidak layak huni yang akan dibangun menjadi semi permanen.
Namun, tiba-tiba datang seorang yang langsung mempertanyakan tujuan dari bantuan tersebut. Ia menuduh relawan hanya mencari keuntungan. Simak ulasannya sebagai berikut.
Relawan Beri Bantuan, Dituduh Nyari Keuntungan
Sebuah video yang diunggah oleh akun Detik Asa memperlihatkan seorang relawan yang sedang melakukan peninjauan terhadap kampung Kolong yang ada di Cilegon, Banten.
Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan berupa pembangunan rumah baru semi permanen agar warga yang tinggal di kampung tersebut dapat hidup dengan layak dengan rumah barunya.
Relawan pemilik channel Detik Asa itu datang bersama dengan lurah, RT, dan RW. Sebagian warga sepakat dengan bantuan dan pembangunan tersebut. Sampai datang seorang warga yang mengaku sebagai pak haji di kampung tersebut.
Ia menuduh relawan ingin mendapatkan keuntungan dari bantuan yang diberikan kepada warga kampung Kolong.
“Kalau ibarat orang dagang, rugi enggak mungkin. Kapok pasti. Pasti kan nyarinya kan keuntungan. Kalau dibilang bantu, menolong, itu bukan haknya. Sekarang bapak bangun di sini lapor juga enggak,” ucap pria tersebut.
Tuduhan itu membuat relawan marah besar. Ia mempertanyakan keuntungan apa yang dituduhkan kepadanya. Pasalnya, ia sebagai relawan sama sekali tidak mengambil keuntungan dari kegiatan mulia tersebut.
“Bapak orang tua loh, bapak pak haji loh, kita memanusiakan manusia di sini pak. Tolong pahamin, kita memanusiakan manusia. Bapak sebagai pak haji harusnya paham itu semua,” ucap relawan pemilik channel Detik Asa.
Warga Dikumpulkan Pak Lurah
Usai keributan yang cukup serius antara relawan, pak lurah, dan pak haji yang mengatasnamakan sebagai tokoh masyarakat, akhirnya pak lurah meminta semua warga untuk berkumpul.
Ia meminta warga untuk mendukung bantuan yang diberikan oleh relawan yang ingin membangun rumah semi permanen tersebut.
“Teman-teman warga saya ini, tentunya harusnya mendukung dong. Siapa sih yang dibantu enggak mau. Kayaknya hanya orang enggak normal yang dibantu enggak mau,” kata pak lurah di depan para warga.
Selain itu, harapan besar pak lurah terhadap kampung tersebut adalah agar para warga dapat hidup dengan normal, menghilangkan kesan kumuh, dan hidup dengan bersih serta sehat.
“Nah tapi ada konsekuensinya. Ketika saya peka, saya peduli, saya perhatian, sesuatu harapan teman-teman ini dan tujuan kita, satu hilangkan kesan kumuh, itu pertamanya. Kedua, yuk saya pingin hidup sehat dan bersih. Ketiga, normal,” ucap lurah.