LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Amazon Kembali PHK 100 Karyawan, ini Divisi yang Terdampak

Amazon mengumumkan rencana untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sekitar 100 pegawai di sektor perangkat dan layanan.

Kamis, 15 Mei 2025 10:55:22
phk
Kantor Amazon (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Amazon, perusahaan raksasa teknologi yang didirikan oleh Jeff Bezos, mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sekitar 100 karyawan di divisi perangkat dan layanan. Menurut laporan dari CNBC International pada Kamis (15/5/2025), unit perangkat dan layanan Amazon mencakup berbagai bisnis, termasuk asisten suara Alexa, perangkat keras Echo, bel pintu video Ring, dan robotaxi Zoox.

"Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk membuat tim dan program kami beroperasi lebih efisien, dan agar lebih selaras dengan peta jalan produk kami, kami telah membuat keputusan sulit untuk menghilangkan sejumlah kecil peran," ujar Kristy Schmidt, juru bicara Amazon, dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak membuat keputusan ini dengan mudah, dan kami berkomitmen untuk mendukung karyawan yang terdampak melalui transisi mereka," tambahnya.

Meskipun demikian, Amazon tidak merinci unit mana yang terkena dampak dari pemutusan hubungan kerja tersebut. Perusahaan tersebut juga mengatakan mereka tetap melakukan perekrutan di divisi perangkat dan layanan.

Advertisement

Sudah PHK 27.000 Karyawan

Sebelumnya, CEO Amazon, Andy Jassy, telah mengumumkan rencana untuk memangkas biaya di seluruh perusahaan dengan memberhentikan 27.000 karyawan sejak awal tahun 2022.

PHK Terjadi Tahun 2022 dan 2023

Kantor Amazon © 2025 Liputan6.com

Proses pengurangan jumlah karyawan di Amazon masih berlangsung pada tahun ini, meskipun intensitasnya lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sektor perangkat dan layanan organisasi telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun 2022 dan 2023. Pada tahun lalu, dalam upaya mendorong karyawan untuk kembali bekerja di kantor, Amazon berusaha untuk menyederhanakan struktur perusahaannya dengan mengurangi jumlah manajer demi meratakan organisasi. Jassy menetapkan target untuk meningkatkan rasio kontributor individu terhadap manajer di Amazon setidaknya sebesar 15% pada akhir kuartal pertama tahun ini.

Advertisement

Microsoft PHK Massal Terhadap 6.000 Karyawan

Kantor Amazon © 2025 Liputan6.com

Sebelumnya, Microsoft, sebagai salah satu raksasa teknologi, telah mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang akan berdampak pada 3% dari total karyawan di berbagai level, tim, dan wilayah. Menurut laporan dari CNBC International, langkah PHK ini akan memengaruhi sekitar 6.000 pekerja.

"Kami terus menerapkan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memposisikan perusahaan dengan sebaik-baiknya agar sukses di pasar yang dinamis," ujar juru bicara Microsoft dalam keterangan resminya.

Sebelum pengumuman PHK ini, Microsoft mencatat kinerja yang lebih baik dari yang diperkirakan, dengan laba bersih kuartalan mencapai USD 25,8 miliar. Juru bicara perusahaan juga menegaskan bahwa keputusan PHK ini tidak ada hubungannya dengan kinerja terbaru Microsoft.

Microsoft Alami Gelombang PHK yang Paling Besar

Kantor Amazon © 2025 Liputan6.com

Pada akhir Juni 2024, Microsoft tercatat memiliki 228.000 pegawai di seluruh dunia. Namun, pada Selasa (13/5), negara bagian Washington mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah mengurangi jumlah karyawan di kantor pusatnya di Redmond sebanyak 1.985 orang, di mana 1.510 di antaranya adalah karyawan yang bekerja di kantor. Dengan demikian, pemutusan hubungan kerja (PHK) ini diperkirakan menjadi yang terbesar yang pernah dilakukan oleh Microsoft sejak pemangkasan 10.000 posisi pada tahun 2023.

Advertisement

Keputusan ini menunjukkan langkah signifikan dari Microsoft dalam menyesuaikan struktur organisasi mereka. Perusahaan yang berbasis di Redmond tersebut tampaknya sedang berupaya untuk meningkatkan efisiensi operasional dan merespons tantangan yang dihadapi di pasar. Dengan gelombang PHK terbesar Microsoft ini, banyak pihak yang memperhatikan dampaknya terhadap industri teknologi secara keseluruhan.

Berita Terbaru
  • Tak Cuma Pedas, 5 Cabai Pelangi Ini Bisa Percantik Halaman Rumah
  • 4 Tipe Kepribadian Manusia dan Ciri-cirinya, Kamu Masuk yang Mana?
  • Gubernur NTB Dorong Strategi Pemasaran Kerajinan NTB, Angkat Nilai Seni
  • Gubernur NTB Dorong Inkubasi UMKM Maksimal Tiga Tahun Demi Kemandirian Usaha
  • Pemprov NTB Dorong Inovasi Kopi Blended Lombok-Sumbawa untuk Daya Saing Global
  • amazon
  • berita paham
  • konten ai
  • microsoft
  • phk
  • trending ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Desi Aditia Ningrum
N
Reporter Natasha Amani, Ilyas Istianur Praditya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.