LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

7 Efek Gigitan Ular Weling yang Wajib Diwaspadai, Ketahui untuk Penanganan Terbaik

Gigitan ular weling dapat berakibat serius jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dampaknya.

Senin, 13 Okt 2025 11:40:00
ular weling
Ilustrasi Tangan Terluka (Sumber: Pixabay)
Advertisement

Ular Weling (Bungarus candidus), yang juga dikenal sebagai Malayan krait, adalah salah satu spesies ular berbisa yang sangat berbahaya yang dapat ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Racun yang dimiliki oleh ular ini mengandung neurotoksin yang sangat kuat, yang langsung menyerang sistem saraf manusia, sehingga menjadikannya sangat mematikan.

Gigitan dari ular weling dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani secara medis. Tingkat kematian akibat gigitan yang tidak mendapatkan perawatan dapat mencapai 60-70%, angka yang mencerminkan betapa seriusnya bahaya yang ditimbulkan oleh reptil ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan waspada terhadap berbagai efek yang ditimbulkan oleh gigitan ular weling.

Memiliki pengetahuan tentang gejala awal gigitan ular ini sangat penting untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna menyelamatkan nyawa. Dengan memahami tanda-tanda yang muncul, kita dapat segera mencari pertolongan medis yang tepat. Melansir dari berbagai sumber, Senin (13/10), berikut ulasan informasi lebih lanjut mengenai ular weling dan dampaknya.

1. Kelumpuhan Otot (Paralisis Neuromuskular)


Ilustrasi Tangan Terluka (Sumber: Pixabay)

Ular weling memiliki neurotoksin yang sangat kuat, seperti -Bungarotoxin dan k-Bungarotoxin, yang memiliki mekanisme kerja yang unik. Zat-zat ini memiliki kemampuan untuk mengikat secara spesifik pada reseptor asetilkolin yang terdapat di sambungan neuromuskular, sehingga mengganggu komunikasi yang sangat penting antara sel saraf dan otot. Akibat dari gangguan ini, korban dapat mengalami kelumpuhan otot yang bersifat progresif, yang dikenal sebagai paralisis flaksid, yang terjadi pada otot rangka. Gejala kelumpuhan ini sering kali dimulai dengan tanda-tanda yang ringan dan dapat berkembang secara bertahap, kadang-kadang tanpa disertai rasa sakit yang berarti di area gigitan pada tahap awal.

Advertisement

Menurut Donan Satria Yudha, seorang pakar dari UGM, "jika terpatuk ular ini dan venomnya masuk ke dalam tubuh maka itu merupakan hal yang sangat berbahaya, karena venom akan menyerang transmisi neuromuskular sehingga menyebabkan muscular paralysis (kelumpuhan otot), merusakkan otak dan hilangnya kesadaran." Penelitian yang dilakukan oleh Nget Hong Tan dan rekan-rekannya pada tahun 2019 juga menegaskan bahwa efek neurotoksik dari envenomasi dapat muncul sebagai paralisis flaksid pada otot rangka. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari gigitan ular weling dan pentingnya penanganan medis yang cepat dan tepat setelah terjadinya gigitan.

2. Gagal Napas Akibat Kelumpuhan Otot Pernapasan


Akibat paling serius dari kelumpuhan otot yang disebabkan oleh gigitan ular weling adalah terganggunya fungsi otot-otot yang berperan dalam pernapasan. Otot-otot penting seperti diafragma, yang sangat berperan dalam proses bernapas, akan mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan pada otot pernapasan ini dapat menyebabkan gagal napas, yang merupakan penyebab utama kematian bagi korban gigitan ular weling. Tanpa adanya intervensi medis seperti bantuan pernapasan melalui ventilasi mekanis, korban bisa meninggal dalam waktu 12 hingga 24 jam setelah digigit. Racun dari ular weling, terutama k-Bungarotoxin, memperburuk kondisi kelumpuhan dan berpotensi memicu gagal napas. Penelitian yang dilakukan oleh Nget Hong Tan dan rekan-rekannya pada tahun 2019 menegaskan bahwa dampak paling signifikan dari gigitan Bungarus candidus adalah paralisis neuromuskular progresif yang berujung pada gagal napas.

Advertisement

3. Gejala Neurologis Lainnya


Ular Weling (Bungarus candidus). Foto: Wikimedia © 2025 Liputan6.com

Selain menyebabkan kelumpuhan otot umum, neurotoksin dari ular weling juga dapat berdampak pada saraf kranial, yang mengarah pada munculnya berbagai gejala neurologis tertentu. Gejala-gejala ini menjadi petunjuk yang jelas adanya kerusakan pada sistem saraf pusat dan perifer. Di antara gejala yang mungkin timbul adalah ptosis, yaitu kondisi di mana kelopak mata terkulai yang dapat mengganggu penglihatan.

Selain itu, oftalmoplegia juga dapat terjadi, yang merupakan kelumpuhan otot mata yang menyebabkan masalah serius pada penglihatan dan koordinasi mata. Korban bisa mengalami disartria, yaitu kesulitan dalam berbicara yang membuat ucapan menjadi tidak jelas, serta disfagia, yang merupakan kesulitan menelan yang dapat meningkatkan risiko aspirasi. Umumnya, gejala-gejala ini mulai muncul dalam rentang waktu 2 hingga 6 jam setelah terjadinya gigitan, seperti yang diungkapkan dalam penelitian S. Laothong dan S. Sitprija (2025).

4. Mual, Muntah, Sakit Kepala, dan Pusing


Ular Weling (Bungarus candidus). Foto: Wikimedia © 2025 Liputan6.com

Korban yang digigit ular weling tidak hanya mengalami dampak neurotoksik yang serius, tetapi juga dapat menunjukkan berbagai gejala sistemik yang bersifat non-spesifik. Gejala-gejala ini biasanya muncul sebagai reaksi tubuh terhadap racun yang masuk ke dalam sistem. Beberapa keluhan yang sering dilaporkan adalah mual dan muntah, yang dapat menjadi sangat mengganggu bagi korban.

Selain itu, sakit kepala dan pusing juga sering dialami, yang semakin menambah ketidaknyamanan kondisi mereka. Gejala seperti mual, muntah, sakit kepala, dan pusing ini dapat terjadi bersamaan dengan efek neurotoksik yang lebih parah atau bahkan muncul lebih awal. Semua gejala ini adalah bagian dari reaksi tubuh yang terjadi setelah seseorang terkena gigitan ular weling.

5. Sakit Perut dan Diare


Gangguan pada sistem pencernaan merupakan salah satu dampak yang perlu diperhatikan setelah seseorang digigit ular weling. Korban sering kali mengalami keluhan nyeri perut dengan intensitas yang bervariasi. Nyeri ini dapat berkisar dari sedang hingga parah, dan seringkali terlokalisasi di area epigastrium, namun bisa juga menyebar ke seluruh bagian perut.

Selain itu, diare menjadi gejala umum yang sering dilaporkan oleh para korban. Gejala gastrointestinal seperti sakit perut dan diare ini dapat memperburuk keadaan korban serta menambah rasa tidak nyaman yang mereka alami. UCSD Division of Medical Toxicology menyatakan bahwa nyeri perut dan diare termasuk dalam manifestasi klinis akibat gigitan ular weling.

6. Kejang dan Hilangnya Kesadaran


Ilustrasi Pemeriksaaan (Ilustrasi Meta AI)

Dalam situasi gigitan ular weling yang parah, dampak dari neurotoksin pada sistem saraf dapat menyebabkan penurunan kondisi korban secara drastis. Kerusakan saraf yang signifikan dapat memicu reaksi tubuh yang sangat ekstrem, di mana korban dapat mengalami kejang, yang menandakan adanya aktivitas listrik otak yang tidak normal. Kejang ini menjadi indikasi bahwa fungsi saraf sudah terganggu.

Selain itu, hilangnya kesadaran juga menjadi indikator adanya kerusakan neurologis yang serius. Kondisi ini sangat mendesak dan memerlukan intervensi medis darurat secepatnya untuk berusaha memulihkan fungsi saraf dan mencegah komplikasi lebih lanjut yang dapat mengancam jiwa.

7. Penurunan Kesadaran

Efek berikutnya yang patut diwaspadai adalah penurunan kesadaran. Racun ular weling dapat mempengaruhi otak secara langsung, menyebabkan korban merasa mengantuk, linglung, atau bahkan pingsan. Hal ini merupakan tanda bahwa racun sudah mencapai sistem saraf pusat dan memengaruhi fungsi vital tubuh.

Advertisement

Jika korban sudah mulai tidak responsif atau sulit diajak berbicara, segera lakukan tindakan darurat seperti menjaga posisi tubuh tetap aman dan menunggu tim medis datang. Jangan berusaha mengeluarkan racun sendiri atau melakukan tindakan ekstrem seperti menyedot luka, karena hal tersebut justru memperburuk kondisi.

Berita Terbaru
  • Malom Minggu De Benuanta: Wadah Industri Kreatif dan UMKM Kaltara di Kantor Gubernur
  • Ivar Jenner Tegaskan Fokus Timnas Indonesia Tetap Sama Jelang Lawan Mozambik
  • Wamendagri Dorong PIKI Pengaruhi Kebijakan Publik dan Tinggalkan Legasi Nyata
  • Kapolri Setuju Sipil Duduki Jabatan Tertentu di Polri, Wujudkan Asas Resiprokal
  • Pemkab Pamekasan Genjot Perbaikan Data Bansos PKH, Pastikan Tepat Sasaran
  • bahaya ular
  • berita ringan
  • bisa ular
  • gigitan ular
  • konten ai
  • naispr
  • news oke
  • penanganan ular
  • ular weling
Artikel ini ditulis oleh
Editor Miranti
T
Reporter Tantiya Nimas Nuraini, Nisa Mutia Sari
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.