6 Lagu Musisi Indonesia Berisi Kritik untuk Pemerintah dan Aparatur Negara yang Liriknya Nyelekit Abis
Kumpulan lagu musisi Indonesia yang berisi kritik dan sindiran untuk pemerintah.
Band punk asal Purbalingga, Sukatani, tengah menjadi sorotan karena lagu berjudul 'Bayar Bayar Bayar' yang menyinggung praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum aparat kepolisian. Lagu tersebut pun kini ramai jadi sorotan dan menuai pro dan kontra.
Kini, Band Sukatani sudah menghapus lagu yang dirilis pada tahun 2023 itu dari profil resminya di beberapa platform streaming populer seperti Spotify, YouTube, dan Apple Music. Dua personelnya bahkan membuat video permintaan maaf secara terbuka melalui laman Instagram pribadi mereka.
Band punk Sukatani, beranggotakan Novi Citra Indriyati (Twister Angel) sebagai vokalis dan Muhammad Syifa Al Luthfi (Alectroguy) sebagai gitaris dan produser. Mereka dikenal karena lirik lagu-lagu mereka yang tajam, menyuarakan keresahan sosial, politik, dan lingkungan di Indonesia.
Puncak popularitas mereka terjadi pada 20 Februari 2025, ketika lagu "Bayar Bayar Bayar" dari album debut mereka, "Gelap Gempita" (2023), menjadi viral karena dianggap menyinggung institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Liriknya yang dianggap provokatif memicu reaksi beragam dari masyarakat. Sebagai respons atas kontroversi ini, Sukatani secara terbuka meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan institusi Polri.
Terlepas dari kontroversi, Sukatani berhasil menarik perhatian publik dan menunjukkan keberanian dalam menyuarakan kritik melalui musik. Sukatani bukanlah satu-satunya musisi Indonesia yang menggunakan musik sebagai media untuk menyampaikan kritik sosial.
Banyak musisi lain yang telah melakukannya selama bertahun-tahun, mengungkapkan keresahan mereka terhadap berbagai isu seperti korupsi, ketidakadilan, dan pelanggaran HAM.
Lagu Berisi Kritik Sosial
Iwan Fals - Bongkar, Ombak, Tikus-Tikus Kantor
Banyak lagu-lagu Iwan Fals yang secara konsisten menyuarakan kritik sosial dan menjadikannya ikon bagi gerakan perubahan di Indonesia. Lagu-lagu seperti "Bongkar" dan "Ombak" menjadi bukti nyata bagaimana musik dapat menjadi media menyampaikan kritik sosial.
Ada juga lagu tikus-tikus kantor yang bercerita tentang koruptor. Selain Iwan Fals, masih banyak musisi lain yang berani menyuarakan kritik sosial melalui karya-karya mereka. Mereka menggunakan berbagai genre musik, dari pop hingga rock, untuk menyampaikan pesan-pesan mereka.
Robot Bernyawa - Swami
Terlepas dari kegeniusan musik yang dihasilkan oleh Iwan Fals, Sawung Jabo, Jockie Surjoprajogo, Innisisri, serta Naniel dan Nanoe, Swami menjadi kumpulan orang-orang "edan" yang berani untuk menyuakan keresahan rakyat dengan lantang.
Robot Bernyawa tergabung dalam album Swami II yang rilis pada 1991. Lagu ini mewakili isi hati para pekerja yang tertindas di era tersebut.
Dimana Merdeka - Kelompok Penerbang Roket
Judul lagu milik Kelompok Penerbang Roket ini langsung menuju pesan untuk mempertanyakan kemerdekaan sejati bagi rakyat Indonesia.
"Dimana mereka, mereka yang beda. Apa masih ada, yang merdeka?," adalah bunyi teriakan Kelompok Penerbang Roket yang dilakukan berulang kali.
Lirik tersebut merujuk pada ketidakadilan sosial yang masih kerap ditemui di berbagai lapisan sosial pada masyarakat Indonesia.
Mosi Tidak Percaya - Efek Rumah Kaca
Mosi Tidak Percaya seakan menjadi anthem yang kerap dikumandangkan di berbagai demonstrasi. Berikut penggalan liriknya:
"Jelas kalau kami marah. Kamu dipercaya susah. Pantas kalau kami resah. Sebab argumenmu payah," merupakan penggalan lirik pada bagian refrain yang selalu menjadi favorit para demonstran untuk disahutkan.
Bagian refrain tersebut sekaligus mewakili keresahan rakyat secara lantang dan jelas yang ditujukan kepada pemangku kebijakan.
Gugatan Rakyat Semesta - .Feast
Lagu Gugatan Rakyat Semesta merupakan hasil gubah ulang dari .Feast untuk single mereka di masa lalu dengan judul sama.
Dengan hati-hati, .Feast menganalogikan pesan politik yang mereka tumpahkan dalam sebuah kisah dengan tokoh utama bernama Ali.
Tante Sun - Bimbo
Berikut adalah penggalan lirik di bait pertama lagu Tante Sun:
"Tante Sun, oh Tante Sun. Tante yang manis. Tiap pagi giat berolah raga. Pergi bermain golf. Hingga datangnya siang. Trus ke salon untuk mandi susu," .
Tante Sun milik Bimbo yang rilis pada 1977 ini sempat dicekal oleh pemerintah Indonesia karena gaya lirik yang menyindir para istri pejabat di era itu.