2 Minggu di ICU, Dedi Mulyadi Mohon Doanya untuk Sang Ayah: Semoga Ada Keajaiban
Di sela-sela aktivitasnya, mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menyempatkan diri untuk menjenguk sang ayah yang sedang terbaring lemah di Rumah Sakit (RS) Siloam, Jakarta.
Di sela-sela aktivitasnya, mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menyempatkan diri untuk menjenguk sang ayah yang sedang terbaring lemah di Rumah Sakit (RS) Siloam, Jakarta.
Hal itu terlihat dari kanal YouTube Kang Dedi Channel pada Selasa (22/2), dengan tajuk 'KONDISI AYAHNYA KANG DEDI MAKIN KRITIS | KANG DEDI MOHON DO'A UNTUK KESEMBUHANNYA'. Berikut ulasannya:
Baca juga:
Dipakai Tempat Jualan Ciu, Dedi Mulyadi Ngamuk Bongkar Bangunan Tanpa Izin
Demul Ngamuk Menggebu-gebu Saat Menemukan Penjual Ciu 'Besok Bangunan Ini Bongkar'
Kocak, Dagangan diborong, Dedi Mulyadi Minta dicium Tapi Si Mbah Menolaknya
Kondisi Ayah Kang Dedi Mulyadi
Dalam video itu, politisi partai Golkar ini menceritakan kondisi sang ayah yang sedang berbaring sakit.
"Di sini hampir dua minggu berada di ICU. Hari ini, kondisi sudah sangat berat, detak jatungnnya sudah semakin menurun," ucapnya, melansir kanal YouTube Kang Dedi Channel pada Selasa (22/2).
Ayah Kang Dedi sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Lantaran usianya sudah sepuh, 92 tahun, dan tak memungkin untuk diambil operasi digital subtraction angiography (DSA) karena berisiko, maka dirawat di RS Siloam.
"Bapak saya pernah di rawat di RSPAD, tapi kondisinya sudah sangat berat, enggak mungkin lagi dioperasi DSA, usianya sudah tua badanya sudah sangat rapuh. Akhirnya, dibawa ke RS Siloam sini," bebernya.
Semoga Ada Keajaiban
Sekalipun demikian, Wakil Ketua Komisi IV DPR ini terus berikhtiar demi kesembuhan sang ayah.
"Walaupun sudah sangat berat, semoga ada jalan untuk di panjangkan umurnya. Kita, kan, wajib untuk berusaha, apalagi pada Bapak sendiri," katanya.
"Mohon doanya, semoga Bapak walaupun sangat berat, ya, ada keajaiban," imbuh dia.
Kang Dedi menambahkan, ayahnya tergolong kuat lantaran masih mampu bertahan saat nyaris berusia satu abad.
Berumur Panjang
Menurutnya, sang ayah bisa berumur panjang karena menerapkan pola hidup sehat. Setidaknya ada enam kebiasaan yang dilakukan.
"Bapak saya ini umurnya panjang selama hidupnya. Satu, kadar garamnya rendah dan ibu saya yang ngatur. Dua, tidak makan terasi. Tiga, tidak minum kopi. Empat, tidak merokok," tuturnya.
Kelima, tidak pernah makan di luar rumah selain mengonsumsi masakan sang istri. Terakhir, tak pernah memakai alat makan, seperti sendok dan piring, milik orang lain.
"Semua (pakai alat makan) sendiri. (Ini diterapkan) dari dulu, sebelum zaman Covid," tutup Kang Dedi.