Tak Perlu Banyak Aplikasi, UmHajGo Satukan Semua Kebutuhan Umrah dan Haji
UmHajGo dirancang khusus untuk pasar Indonesia, negara dengan jumlah jemaah Umrah dan Haji terbesar di dunia.
Citadel resmi meluncurkan UmHajGo, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang sebagai super companion bagi jemaah Umrah dan Haji modern.
Aplikasi ini menjadi platform pertama di Indonesia yang menyatukan seluruh rangkaian perjalanan ibadah dalam satu ekosistem digital terpadu, mulai dari perencanaan, panduan selama di Tanah Suci, hingga layanan pasca-ibadah.
UmHajGo dirancang khusus untuk pasar Indonesia, negara dengan jumlah jemaah Umrah dan Haji terbesar di dunia.
Aplikasi ini hadir dalam Bahasa Indonesia, menyediakan perencanaan itinerary berbasis AI yang ramah anggaran, paket penerbangan dan hotel terkurasi, serta sistem pemesanan terintegrasi untuk mendukung ekosistem ekonomi digital syariah bersama mitra biro perjalanan resmi.
“Aplikasi ini bukan sekadar produk teknologi, tetapi fondasi awal bagi ekosistem digital Tayyib yang lebih luas, berbasis kepercayaan, keamanan, dan inovasi selaras prinsip syariah,” ujar Dato’ Jeff S. Medina, Chairman dan Group CEO Citadel, dalam keterangannya, Kamis (27/11).
Dirancang Sederhanakan Teknis Perjalanan Ibadah
Menurut Jeff, UmHajGo dirancang untuk menyederhanakan aspek teknis perjalanan ibadah agar jemaah dan keluarga merasa lebih aman dan tenang, dengan akses informasi yang jelas sebelum, selama, dan setelah ibadah.
Peluncuran UmHajGo di Indonesia juga sejalan dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU No. 8 Tahun 2019 mengenai Penyelenggaraan Haji dan Umrah, yang membuka peluang bagi jemaah untuk melakukan perjalanan umrah secara mandiri.
Seiring kebijakan tersebut, Citadel menilai jemaah mandiri kerap menghadapi dua tantangan utama, yaitu fragmentasi logistik—karena harus mengandalkan banyak aplikasi berbeda—serta masalah keselamatan akibat kepadatan jemaah dan risiko tersesat di Tanah Suci.
Untuk menjawab tantangan itu, UmHajGo menghadirkan fitur terpadu, seperti peta real-time berbasis 3D dan augmented reality (AR), deteksi kerumunan berbasis AI, serta fitur e-locator untuk membantu pengguna saling melacak lokasi secara aman.
Aplikasi ini juga mendukung jemaah sebelum keberangkatan, seperti pemesanan tiket dan hotel serta panduan persiapan ibadah, hingga fase pasca-ibadah melalui konten spiritual, penawaran perjalanan selanjutnya, dan rencana layanan tambahan seperti wasiat digital dan takaful.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang di Indonesia, Citadel mendirikan PT Citadel Group Indonesia yang berkantor di Jakarta. Peluncuran ini juga ditandai dengan penandatanganan dukungan resmi bersama Dr. K.H. Marsudi Syuhud, M.M., yang menegaskan keselarasan UmHajGo dengan prinsip-prinsip syariah.
“UmHajGo mencerminkan bagaimana teknologi dapat menguatkan, bukan menggantikan nilai spiritual dalam beribadah. Di tengah meningkatnya jumlah jemaah, inovasi seperti ini membantu umat menjalankan Umrah dan Haji dengan lebih aman dan tenang,” ujar Marsudi.
Citadel menegaskan bahwa peluncuran UmHajGo menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem digital Islami yang lebih luas dan berkelanjutan di Indonesia, dengan fokus pada teknologi yang etis, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan umat Muslim masa kini.