Tak bisa jalankan Windows Update, laptop Samsung rawan virus
Software dalam laptop Samsung diklaim mampu matikan fitur Windows Update
Bagi laptop berbasis Windows, update sistem operasi (OS) yang diberikan oleh Microsoft menjadi hal yang sangat penting. Tidak disangka, fitur 'Windows Update' itu tidak berfungsi di laptop Samsung. Apa yang bakal terjadi?
Satu hal yang pasti, absennya Windows Update membuat laptop sangat rentan sistem keamanannya. Peluang laptop terkena virus atau dihack pun meningkat. Windows Update memang berperan untuk memasang pembaruan OS Windows, termasuk driver, software, hingga patch 'anti-virus' (security update).
Menurut Patrick Barker, pakar software dari Microsoft Community, ternyata matinya Windows Update disebabkan oleh software yang bernama Samsung 'SW Update'. Software itu dimiliki oleh laptop Samsung atau bisa diunduh oleh laptop Samsung.
SW Update sejatinya memiliki tugas 'mulia', yakni membantu pengguna memasang pembaruan piranti lunak dan driver dari Samsung. Akan tetapi, dalam SW Update ternyata terdapat program 'Disable_Windowsupdate.exe' yang mematikan fitur Windows Update, TechRadar (24/06).
"Satu-satunya hal yang membedakan Samsung SW Update dengan software pembaruan vendor laptop lain adalah SW Update menonaktifkan Windows Update," ujar Patrick Barker dalam blognya.
Terkait kasus tersebut, Samsung lewat Customer Supportnya menjawab bila program pembunuh Windows Update itu diperlukan agar laptop Samsung aman dari masalah saat pembaruan.
"Ketika Anda mengaktifkan Windows Update, dia akan memasang driver default yang mungkin tidak kompatibel dengan laptop Samsung. Misalnya, jika laptop Samsung yang memiliki USB 3.0, terdapat kemungkinan port USB itu nantinya tidak bisa berfungsi saat update Windows dijalankan. Nah, untuk menghindari hal itu, SW Update akan mencegah pembaruan Windows," jawab Samsung.
Setelah kasus ini mengemuka, Microsoft kabarnya akan segera bertemu dengan Samsung untuk membahas masalah tersebut.
"Windows Update adalah komponen penting sebagai bentuk komitmen kami menjaga keamanan pengguna. Kami tidak merekomendasikan nonaktivasi atau modifikasi Windows Update dalam bentuk apapun karena hal ini bisa membahayakan konsumen," ungkap Microsoft.
Baca juga:
Ini hukuman bagi hacker yang curi data dari 500 ribu komputer!
Takut dimata-matai, negara ini larang PNS pakai smartphone
Sofyan Djalil: Perlu secure government line untuk amankan pemerintah
Jadi negeri banyak pengguna sosmed, Indonesia jadi sasaran peretas
Pakar TI: Indonesia belum berdaulat di dunia cyber
Badan cyber terbentuk, penyadapan Presiden RI tak terulang lagi