LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Soal internet gratis, operator jangan cuma pentingkan sisi bisnis

Facebook yang menyelenggarakan internet.org juga diharapkan ikut membangun infrastruktur IT Indonesia

2015-05-06 09:06:00
Telco
Advertisement

Facebook melalui internet.org saat ini sedang gencar melaksanakan program internet gratis di beberapa negara seperti, Zambia, Colombia, India, Guatemala, Tanzania, Ghana, Filipina dan Indonesia. Di Indonesia, Facebook bekerjasama dengan Indosat untuk memuluskan rencana programnya ini. Niat untuk menggratiskan layanan memang baik, tapi masih ada yang sebetulnya perlu diperhatikan lagi.

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Kristiono, mengharapkan agar operator juga memandang hal ini tidak hanya dari sisi bisnisnya saja melainkan lebih ke arah kepentingan nasional. Maklum, Facebook sebagai icon pemasaran sangat baik untuk meningkatkan pelanggan perusahaan.

"Ya, kita mengharapkan tidak seperti itu. Kerjasama tidak hanya kepentingan bisnis saja. Harus dipikirkan kepentingan nasional juga. Ini bukan kita menghalangi mereka artinya. Pemerintah pun juga harus memikirkan," ujarnya di sela-sela acara pisah sambut pengurus Mastel lama dengan yang baru di Jakarta, (05/05).

Advertisement

Dia pun berpandangan bahwa seharusnya pemain Over The Top (OTT) asing seperti Facebook harus berkontribusi membangun infrastruktur nasional.

"OTT harus bangun infrastruktur nasional. Kalau gak semua bisa belanja keluar dari Indonesia. Kita semua harus bangun industri kita lebih kuat. Kalau gak kayak gitu kita hanya jadi pasar saja," terangnya.

Lebih baik, lanjut mantan bos Telkom periode 2002-2005 itu, industri lokal alangkah baiknya diperkuat demi kepentingan nasional juga. "Kita petakan dan maksimalkan. Bukan berarti kita anti asing. Tapi kalau di ekosistem kita ada yang bolong, kita undang mereka asing untuk tambal kebolongan itu," ucapnya.

Advertisement

"Bagi kepentingan nasional kita harus berfikir. Bahwa kalau bisa, mereka kasih service di sini mereka harus belanja bandwidth juga di sini. Masalahnya mereka banyak belanja bandwidth di luar," tambahnya.

Chairman KlikIndonesia, Henry Kasyfi, pun berpendapat serupa. Kata dia, alangkah bagusnya jika operator telekomunikasi juga membantu meningkatkan jumlah akses konten lokal atau para pemain OTT dalam negeri daripada konten asing.

Pasalnya, kata dia, melihat statistik Indonesia yang pengguna internetnya sudah mencapai lebih dari 75 juta user, namun akses kontennya masih 30 persen lokal dan 70 persen asing.

"Saya rasa sebaiknya fokus kita adalah memutarbalikan 30:70 tersebut. Jangan sampai dana kita semua dicurahkan ke infrastruktur, namun dinikmati secara gratis oleh konten milik asing, bahkan pemasukan pajak dari mereka pun masih minim," ujarnya saat dihubungi Merdeka.com beberapa waktu yang lalu melalui pesan singkat.

Baca juga:
ESIATalk, layanan telepon lokal dan Internasional murah dari Esia
Internet gratis Facebook dan Indosat bantu wanita kembangkan usaha
Sekarang bayar BPJS bisa lewat Indosat
BPK tegaskan Swap Mitratel Telkom dan PT TBIG tidak bermasalah
SGI bangun jaringan fiber optik di Sulawesi,investasi Rp 100 miliar!

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.