LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEK
  2. IT

Serangan Siber Makin Massif, Pemerintah dan Korporasi Harus Lebih Serius Antisipasi

Masih maraknya kasus peretasan yang terjadi sepanjang 2023 hingga awal 2024.

Kamis, 25 Jan 2024 19:59:00
hacker
Serangan Siber Makin Massif, Pemerintah dan Korporasi Harus Lebih Serius Antisipasi (merdeka.com)
Advertisement

Masih maraknya kasus peretasan yang terjadi sepanjang 2023 hingga awal 2024.

Serangan Siber Makin Massif, Pemerintah dan Korporasi Harus Lebih Serius Antisipasi © Pexels/Sora Shimazaki

Serangan Siber Makin Massif, Pemerintah dan Korporasi Harus Lebih Serius Antisipasi

Memasuki tahun 2024, tantangan penegakan hukum dalam menangani keamanan siber di Indonesia semakin besar. Hal itu dikarenakan masih maraknya kasus peretasan yang terjadi sepanjang 2023 hingga awal 2024.

Data menunjukkan sudah beberapa kali terjadi dugaan aksi peretasan dan penjualan data sensitif tidak hanya milik korporasi atau pelaku usaha tetapi juga menimpa lembaga pemerintah di Indonesia.
Serangan Siber Makin Massif, Pemerintah dan Korporasi Harus Lebih Serius Antisipasi © AI Generator/Bing

Terakhir, pada November 2023 situs salah satu kementerian negara diduga diretas dan sejumlah datanya dijual. Bahkan diajang Pemilihan Presiden 2024, akun media sosial salah satu pasangan calon Capres/Cawapres, juga sempat diretas.

Menurut Ardi Sutedja, Chairman Indonesia Cyber Security Forum, yang paling penting dalam menekan aksi peretasan dan pencurian data, terutama adalah penegakan hukum di Indonesia.

Sebab, secanggih apapun pertahanan sistem IT korporasi maupun lembaga pemerintahan, tetap masih memungkinkan diretas hacker. 

Sehingga, yang dibutuhkan tidak hanya korporasi berbenah diri, melainkan juga perlu dukungan pemerintah dalam konteks perlindungan dan penegakan hukum terhadap pelaku peretas sistem IT. 

Selama ini, Ardi menilai aparat penegak hukum dan pemerintah baru akan bereaksi setelah muncul insiden. Hal itu berarti telah terjadi ‘kerusakan fatal’. 

Tahun Pemilu Disebut Paling Disukai Hacker, Ini Buktinya © 2023 maverick

"Kebocoran data terjadi dimana-mana, jadi kalau masih ada yang tidak peduli terhadap kondisi ini, artinya tidak paham konstelasi dampaknya terhadap keselamatan data-data yg dikelola. Kendati demikian, tetap harus ada penyadaran akan fungsi, tugas dan tanggung jawab pemerintah,"

Ardi Sutedja, Chairman Indonesia Cyber Security Forum.

Advertisement

Kesadaran akan pentingnya penanganan keamanan siber oleh Pemerintah saat ini menurut Ardi masih sangat terbatas.

Bahkan tiga pasang Calon Presiden dalam pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, masih belum memahami pentingnya keamanan siber.

Padahal, kejahatan dunia maya ini bukanlah kejahatan baru yang mengancam berbagai pihak dan intensitasnya makin meningkat.

Hacker Paling Diburu FBI Didominasi Berwajah Timur Tengah dan Asia, Ini Buktinya © 2023 maverick

Laporan National Cyber Security Index (NCSI) bahkan mencatat, skor indeks keamanan siber Indonesia sebesar 38,96 poin dari 100 pada 2022. 

Angka ini menempatkan Indonesia berada di peringkat ke-3 terendah di antara negara-negara G20. Sementara secara global, Indonesia  peringkat ke-83 dari 160 negara . 

Advertisement
Advertisement

“Pemerintah dan seluruh stakeholder harus lebih serius dalam melakukan perlindungan dan penegakan hukum terhadap kejahatan siber. Jangan sampai hanya korban aksi peretasan saja yang diminta meningkatkan keamanan IT, namun tidak didukung penegakan hukum oleh lembaga terkait,”

Ardi Sutedja, Chairman Indonesia Cyber Security Forum.

Berita Terbaru
  • Komplotan Begal Bercelurit di Gunung Sahari Jakpus Akhirnya Tertangkap, Begini Nasibnya
  • Pengacara Nadiem Makarim Laporkan Hakim Perkara Korupsi Chromebook, PN Jakpus Bereaksi
  • Ressa Rosano Resmi Menikah, Denada Haru Meski Hanya Hadir via Video Call
  • Upaya Pemberantasan Peredaran Narkoba di Lapas, 263 Napi High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan
  • Aksi Berbahaya di Tol Padaleunyi Viral, Kasus Travel Ugal-ugalan Berakhir Damai
  • hacker
  • kebocoran data pribadi
  • pencurian data digital
Artikel ini ditulis oleh
Editor Fauzan Jamaludin
F
Reporter Fauzan Jamaludin
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.