LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Saat persaingan bisnis e-commerce semakin sengit

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf), Triawan Munaf, mulai mengkhawatirkan persaingan panas pelaku e-commerce Indonesia

2015-11-03 14:15:00
E-commerce
Advertisement

Persaingan di dunia usaha online semisal e-commerce semakin menggeliat akhir-akhir ini. Tak jarang dari mereka melakukan manuver dengan menekan harga lebih rendah dari pasar. Persaingan yang makin sengit itu pun diakui oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf), Triawan Munaf.

Menurutnya, kejadian yang seperti ini memang sudah jauh-jauh dikhawatirkan oleh pihaknya. Namun, dirinya mengakui saat ini belum memiliki formula yang tepat untuk mengatur persaingan bisnis di ranah e-commerce ini.

"Belum. Kita belum memiliki formula yang tepat atas persoalan itu. Di sisi lain, e-commerce sendiri baru mulai bikin road map yang dijadikan untuk guide bagi para pemain e-commerce. Dan ini baru kita sosialisasikan ya ke Kementerian-kementerian terkait. Harapannya muaranya ke arah itu juga," ujarnya seusai acara Bukalapak.com dan Bank DBS di Jakarta, Selasa (3/11).

Advertisement

"Peran pemerintah harus menjaga kemungkinan-kemungkinan semacam ini juga. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga harus atur itu. Saya sudah menyangka hal itu terjadi. Makanya, kita harus kaji sama-sama soal hal ini," imbuhnya.

Sementara itu, menurut CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky, berujar bahwa kompetisi yang terjadi saat ini sudah hal lazim dan tak bisa dielakkan lagi.

"Itu sudah mekanisme pasar ya. Sekarang yang terjadi karena teknologi ya, karena teknologi dahsyat banget perkembangannya. Semua gak mengira seperti ini. Indonesia bisa jadi everyone connected. Semua bisa terkoneksi," katanya.

Advertisement

Dia pun mengakui sulit jika pemerintah ingin membuat kebijakan seperti itu. Dibutuhkan diskusi panjang untuk membuat kebijakan tersebut.

"Sulit sih perlu ada diskusi rutin bagaimana membuat kebijakan soal ini. Misalnya saja, saat pemain Jerman masuk Indonesia, itu mereka kasih subsidi barang-barang yang seharusnya harga nya sekian mereka kasih harga miring. Ya memang, tujuan itu buat mengejar market share dan valuasi. Saat ini kalau dari kita soal sustain aja sih dan memberikan layanan yang terbaik," tuturnya.

Baca juga:
Lazada jalankan strategi baru untuk dekati konsumen
Menkominfo sebut Indonesia jadi negara ekonomi digital terbesar
Ini para Venture Capital yang ditemui bos Go-Jek dkk di Amerika
Bos Elevenia curhat perjalanan bisnis Elevenia
E-commerce tumbuh, tapi masih menyisakan persoalan

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.