LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Perlu banyak program pre-startup untuk genjot 1000 startup di 2020

Dari tahun 2013, Telkom telah memberikan bimbingan kepada 55 startup.

2016-06-03 17:52:00
Digital Startup
Advertisement

Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) baru saja meresmikan program BeKraf for Pre-Startup (Bekup) bekerja sama dengan Telkom Indonesia. Tujuan dari program ini, sudah barang tentu untuk menaikkan tingkat keberhasilan Pre-Startup pada periode awal pembentukannya. Dibuatkannya program ini, tak lepas sebagai cara efektif untuk mengurangi tingkat kegagalan Pre-Startup yang mencapai angka 90 persen. Pengurangan tingkat kegagalan itu, memang selayaknya perlu ditelaah dan dikaji secara mendalam agar ketika menjadi startup sudah memahami situasi dan kondisi bisnis yang harus dilakukan.

"Kita waktu nyari ide inovasi untuk diinkubasi, dicari 30 hanya dapat 17. Karena mereka itu lemah dalam ide, konsep, terus juga platform masih lemah. Nah, kita itu harus mundur ke belakang. Salah satunya adalah dengan cara Bekup ini. Jadi talent itu udah punya wawasan dulu, manajemen, dan lain sebagainya. Kita harapkan kegagalan-kegagalan itu berada difase ini. Jadi kalau udah masuk ke tahap berikutnya yakni ide, mereka udah bisa masuk ke inkubasi," ujar Direktur Innovation & Strategic Portfolio, Telkom Indonesia, Indra Utoyo, saat ditemui usai acara peluncuran program dari BeKraf di Menara Multimedia, Jakarta, Jumat (03/06).

Indra pun menceritakan pengalaman Telkom Indonesia menggembleng startup selama ini. Sejauh ini, dari tahun 2013, pihaknya telah memberikan bimbingan kepada 55 startup. Namun faktanya, jumlah startup yang diinkubasi dengan tingkat kecepatan startup yang sudah masuk ke pasar, ternyata tidak seimbang. Hanya kurang lebih enam startup yang baru bisa masuk ke pasar sampai saat ini. Adapun dari enam startup itu bergerak di bidang seperti Big Data, Advertising, e-commerce, dan payment gateway.

Advertisement

"Tapi diharapkan dari 55 startup itu, nantinya ada lagi yang masuk ke pasar. Ini karena tingkat kecepatan dari startup itu gak ada yang sama. Faktor bagaimana di market udah menerima dan membutuhkan layanan startup. Itu juga penting," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah mencanangkan program 1000 technopreneur digital hingga 2020. Setiap tahunnya, ditargetkan muncul 200 technopreneur digital baru yang sudah masuk ke pasar. Terkait rencana pemerintah itu, Indra pun mendukungnya, dengan catatan program-program yang diadakan seperti BeKraf lebih diperbanyak lagi.

"Ya, mudah-mudahan ya. Makanya perlu banyak yang dibina. Dan seperti tadi yang disampaikan, mencari 20 startup setiap tahun yang udah masuk ke pasar aja itu susah. Makanya, sejak awal harus dibangun kapasitasnya dan kompetensinya. Ini fakta yang ada sekarang. Nah, program Bekup ini untuk meningkatkan yang tadinya 55 startup inkubasi hanya enam yang bisa masuk pasar, ke depannya diharapkan bisa mencapai 20-an startup," terangnya.

Advertisement

Baca juga:
BeKraf bantu tingkatkan keberhasilan Pre-Startup
Tokopedia gelar promo gratis ongkir
Situs e-commerce Pasar Tanah Abang targetkan jumlah transaksi 120M
Menkominfo dukung kolaborasi LKPP dengan 4 perusahaan e-commerce
Nama brand di internet harus mudah diingat
Di depan CEO Microsoft, Menkominfo minta bantuan soal startup

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.