Pakar sebut biaya interkoneksi turun 10 persen buat operator malas
pemerintah seharusnya menetapkan kenaikan atau penurunan tarif interkoneksi itu sesuai dengan kondisi biaya investasi.
Ketua Program Studi Telekomunikasi ITB, Ian Yoseph, mengatakan, keinginan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, untuk menurunkan biaya interkoneksi lebih dari 10 persen justru dapat memicu kemalasan operator seluler untuk melakukan investasi jaringan hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Pasalnya biaya interkoneksi yang jauh lebih rendah dari biaya investasi dapat memicu ketidakadilan dalam industri.
Menurutnya, biaya jaringan operator tujuan ditentukan oleh biaya investasi digelarnya jaringan operator tujuan. Biaya investasi ini dipengaruhi oleh coverage, trafik yang disalurkan dan utilisasi jaringan. Semakin besar wilayah layanan operator maka semakin tinggi investasi per menit panggilan. Biaya ini akan lebih tinggi lagi apabila operator menggelar jaringan ke pedesaan.
"Dengan kondisi ini akan ada operator yang diuntungkan apabila biaya aktual investasi jaringan lebih rendah daripada biaya interkoneksi yang diperoleh dari operator lain. Sebaliknya ada juga operator akan dirugikan apabila tarif interkoneksi yang diimplementasikan di bawah biaya jaringan operator tersebut," ujar Ian dalam keterangan resmi, Rabu (23/3).
Karenanya, dia menyarankan agar pemerintah seharusnya menetapkan kenaikan atau penurunan tarif interkoneksi itu sesuai dengan kondisi biaya investasi masing-masing operator.
"Kami sangat mendukung langkah Pemerintah berusaha menurunkan tarif retail lintas operator, namun demi kesinambungan industri biaya interkoneksi sebaiknya disesuaikan dengan biaya investasi masing-masing operator," lanjutnya yang juga anggota Center for Telecommunication Policy and Regulatory.
Sikap Menkominfo ini sejalan dengan CEO XL Axiata Dian Siswarini. Bahkan, Dian berharap biaya interkoneksi bisa turun sangat signifikan.
"Harapan kita lebih jauh dari 10 persen, harusnya turunnya lebih banyak, minimal 40 persen. Kalau turun segitu, tarif retail akan lebih kompetitif," ujar Dian.
Baca juga:
Telkomsel buka 10 toko pemasaran baru T-Bike
APJII soal OTT nasional: Awal yang bagus, apalagi free quota
Tribe jadi jagoan layanan video streaming XL
Era 5G dan mobil tanpa pengemudi
Smartfren jagokan VoLTE di persaingan 4G LTE
Jeritan mantan karyawan Bakrie Telecom soal cicilan uang pesangon