APJII soal OTT nasional: Awal yang bagus, apalagi free quota
Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza, mendukung inisiatif Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi seluruh Indonesia (ATSI) mempromosikan tiga OTT nasional yang terpilih melalui SMS blast ke semua pengguna. Menurutnya, hal itu merupakan langkah awal yang bagus dan efektif untuk mempromosikan OTT nasional.
"Ya, sebuah awal yang bagus dari ATSI yang mana merupakan anggotanya para operator seluler, kalau dilihat dari pengguna internet user dari 100 persen pengguna internet user di Indonesia 70 persen nya ada gadget, jadi dengan para seluler mendukung OTT lokal ke depannya cukup bagus itu cara paling cepat untuk promosi OTT nasional," ujarnya kepada Merdeka.com, Senin (21/3).
Dia juga berujar, dukungan itu akan terasa lebih maksimal jika seluruh operator selular itu memberikan free quota untuk mengakses konten lokal, seperti OTT nasional tersebut.
"Apalagi kalau didukung dengan free quota untuk mengakses lokal konten," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, tiga OTT nasional tersebut adalah Catfiz, Sebangsa, dan Qlue. Sebelumnya, menurut Ketua Tim Seleksi OTT Nasional Binaan ATSI, Ongki Kurniawan, sejak Desember 2015 yang lalu, proses pencarian OTT lokal yang layak didukung sudah dilakukan. Dari lima peserta yang ikut, ada tiga OTT yang dianggap serius dan memiliki rencana yang jelas.
Kerja sama itu, Ia ditargetkan akan dimulai pada bulan April tahun 2016 dan akan rutin untuk dievaluasi. Pihak ATSI terlebih dahulu menargetkan agar mampu berjalan selama tiga bulan.
"Tapi yang jelas untuk awal kita targetkan berjalan selama tiga bulan, dan kami akan evaluasi. Tapi secara overall masa binaannya bisa enam bulan atau sampai 12 bulan. Evaluasinya nanti secara umum, apakah bentuk support kita efektif dalam rangka memberikan awareness kepada pelanggan operator dan tentunya juga bagaimana mereka bisa kompetitif dibandingkan OTT global. Ukurannya itu kita ingin sebaiknya jangan kualitatif tetapi kuantitatif pula," terangnya.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya