Netflix diblokir, Telkomsel akui tak berdampak signifikan
Telkomsel memblokir Netflix lantaran demi melindungi masyarakat
Layanan video streaming, Netflix, yang diblokir oleh Telkom Group termasuk Telkomsel tempo lalu, ternyata dampaknya tak begitu signifikan atas konsumsi data oleh pelanggan. Pasalnya, kontribusi video streaming on demand tersebut masih kecil, bahkan setengah persen dari total pemakaian data. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Sales Telkomsel, Mas'ud Khamid.
"Pasca diblokir oleh kami, ternyata pengaruhnya nggak signifikan dibanding naiknya yang lain," kata Mas'ud kepada Merdeka.com saat dijumpai di kantor Telkomsel, Jakarta, Senin (15/2).
Terlebih, kata dia, untuk layanan video para pengguna Telkomsel masih mengidolakan YouTube sebagai layanan yang kerap dipakai. Faktanya, jumlah pemakaian data untuk YouTube lebih besar dibandingkan dengan Netflix.
"YouTube masih lebih besar dari Netflix," pungkasnya.
Kendati begitu, Telkomsel akan membuka blokiran Netflix manakala layanan video streaming itu sudah memenuhi aturan dari pemerintah seperti Badan Usaha Tetap dan menayangkan konten-konten yang sesuai di Indonesia.
"Sementara ini kami ikut parent. Kalo regulasi sudah oke, kemudian parent juga sudah oke, ya kami akan buka lagi," katanya.
Sebelumnya, alasan mereka memblokir Netflix lantaran demi melindungi masyarakat bukan perkara bisnis semata. Namun ternyata, kebetulan salah satu pemegang saham Telkomsel, yakni SingTel, mempunyai 'tandingan' Netflix yang bernama Hooq. Kabarnya, layanan itu akan meluncur ke Indonesia Maret mendatang.
Baca juga:
Demi 4G, Telkomsel bakal agresif lagi rambah 10 kota
Perkuat UKM dengan hadirkan ahlinya
5 Perusahaan telekomunikasi ini perlu dicoba, gajinya besar!
Di Lombok, pesan makam bisa online
Tri klaim telah layani 86 persen penduduk Indonesia