LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEK
  2. IT

Meta Bakal Kembangkan Mesin Pencari berbasis AI Saingin Google dan Bing

Meta sedang mengembangkan mesin pencari berbasis AI untuk mengurangi ketergantungan pengguna Facebook terhadap layanan pencarian Google dan Bing.

Selasa, 29 Okt 2024 17:45:00
google
Ilustrasi Meta dan Facebook. (Unsplash/Dima Solomin) (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Meta tengah mengembangkan mesin pencari yang didukung oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mengurangi ketergantungan pengguna Facebook terhadap layanan Google milik Alphabet dan Bing milik Microsoft.

Berdasarkan informasi yang dilansir oleh Reuters pada Selasa (29/10), persaingan dalam dunia mesin pencari AI semakin ketat antara OpenAI, Google, dan Microsoft, yang semuanya berusaha untuk menguasai pasar yang sedang berkembang ini.

Data yang dikumpulkan oleh Meta akan memberikan jawaban percakapan kepada pengguna mengenai berita terkini melalui Meta AI, chatbot yang tersedia di platform WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

Menurut laporan dari The Information, perusahaan yang memiliki Facebook saat ini masih mengandalkan mesin pencari Google dan Bing untuk memberikan informasi kepada pengguna tentang berita, saham, dan olahraga. Namun, hingga saat ini, Meta belum memberikan pernyataan resmi mengenai hal ini.

Advertisement

Di sisi lain, Google telah secara aktif mengintegrasikan model AI terbarunya, Gemini, ke dalam produk utama mereka seperti Search, dengan tujuan untuk menciptakan pengalaman pencarian yang lebih interaktif dan intuitif.

Sementara itu, OpenAI mengandalkan dukungan dari investor utamanya, Microsoft, untuk mendapatkan akses web yang diperlukan dalam menjawab pertanyaan terkini dengan menggunakan mesin pencari Bing.

Advertisement

Namun, pengumpulan data dari web untuk melatih model AI dan mesin pencari ini menimbulkan kekhawatiran mengenai pelanggaran hak cipta serta perlunya kompensasi yang adil bagi para pembuat konten.

Belum lama ini, Meta mengungkapkan bahwa chatbot AI yang mereka miliki akan memanfaatkan konten dari Reuters untuk memberikan jawaban langsung kepada pengguna mengenai berita dan peristiwa terkini.

Advertisement

Hal ini menunjukkan bahwa Meta berkomitmen untuk menghadirkan informasi yang relevan dan akurat kepada penggunanya, sekaligus bersaing dengan raksasa teknologi lainnya dalam memanfaatkan kecerdasan buatan.

Berita Terbaru
  • Jadi yang Pertama dari TNI, Kolonel Achmad Fikri Lulus College Pertahanan Yordania dengan Predikat Excellent
  • Waspada Jasa Pembuatan SIM Ilegal, Begini Modus yang Digunakan
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Bunuh Diri Mesir Hindarkan Belgia dari Kekalahan di Laga Perdana
  • Toyota Hilux BEV Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya
  • Inggris Bakal Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos
  • berita update
  • facebook
  • google
  • meta
  • microsoft
Artikel ini ditulis oleh
Editor Fauzan Jamaludin
I
Reporter Iskandar, Iskandar, Agustinus Mario Damar
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.